PATI, Lingkarjateng.id – Nelayan demo di depan Kantor Bupati Pati pada Senin, 4 Mei 2026. Para nelayan menyuarakan protes kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Aksi demo nelayan di Pati dikawal aparat keamanan. Massa juga tampak menyampaikan aspirasi dengan tertib.
Salah satu tuntunan nelayan yang disampaikan yakni mendesak pemerintah menetapkan harga BBM khusus nelayan.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tampak menemui massa demo terkait usulan nelayan yang meminta harga BBM yang adil di tengah kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja.
“Harga BBM saat ini sangat memberatkan nelayan. Saya tanggal 27 April sudah sampaikan kepada Kementerian KKP supaya nelayan di Pati mendapatkan harga subsidi yang layak sehingga teman-teman bisa melaut karena dengan harga yang sekarang nelayan tidak bisa melaut,” ucapnya di hadapan massa.
Sebelumnya, sejumlah nelayan di Kabupaten Pati yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Sejahtera dan Asosiasi Mina Santosa berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati pada Senin, 4 Mei 2026. Aksi protes sekaligus penyampaian aspirasi tersebut dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mencapai Rp27 ribu per liter.
Terpantau hingga pukul 09.52, demo nelayan masih berlangsung dengan tertib.
Koordinator lapangan aksi, Muhammad Agung, menyatakan kenaikan harga BBM tersebut berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional melaut yang tidak sebanding dengan pendapatan nelayan.
“Kenaikan harga BBM global akibat perang membuat biaya melaut nelayan naik, sementara pendapatan turun. Tanpa kebijakan khusus, ribuan nelayan terancam berhenti melaut dan keberlanjutan usaha penangkapan ikan terancam gulung tikar,” katanya, Minggu, 26 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha perikanan, termasuk pemilik kapal, karena berpotensi menekan omzet hingga memicu kebangkrutan jika tidak ada intervensi pemerintah.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network



























