SEMARANG, Lingkarjateng.id – Demo nelayan di Kabupaten Pati pada Senin, 4 Mei 2026 pagi, Polda Jawa Tengah mengimbau masyarakat tetap tertib.
Berlangsung di Alun-Alun Simpang Lima Pati, nelayan menyampaikan protes imbas kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya industri perikanan. Hal ini mengakibatkan para nelayanan khususnya yang mempunyai kapal diatas 30 GT terpaksa tidak bisa berlayar karena kendala biaya.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menyampaikan bahwa kegiatan penyampaian pendapat merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin oleh undang-undang, sehingga perlu disikapi secara bijak oleh seluruh elemen masyarakat.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta mengikuti informasi resmi dari pihak kepolisian.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ikuti informasi resmi dari kepolisian serta menyesuaikan aktivitas selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari kepadatan di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami sarankan masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi aksi dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar aktivitas tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Polda Jateng mengharapkan masyarakat dapat memahami situasi yang akan berlangsung serta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah selama kegiatan aksi unjuk rasa.
Aksi demo nelayan di Pati dikawal aparat keamanan. Massa juga tampak menyampaikan aspirasi dengan tertib.
Salah satu tuntunan nelayan yang disampaikan yakni mendesak pemerintah menetapkan harga BBM khusus nelayan.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tampak menemui massa demo terkait usulan nelayan yang meminta harga BBM yang adil di tengah kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja.
“Harga BBM saat ini sangat memberatkan nelayan. Saya tanggal 27 April sudah sampaikan kepada Kementerian KKP supaya nelayan di Pati mendapatkan harga subsidi yang layak sehingga teman-teman bisa melaut karena dengan harga yang sekarang nelayan tidak bisa melaut,” ucapnya di hadapan massa.
Jurnalis: Rizky Syahrul




























