Kendal (lingkarjateng.id) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Zona Jawa Tengah I menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IX di Semarang, Sabtu 2 Mei 2026. Tim formatur yang telah ditetapkan akan memulai masa transisi kepengurusan DPC PPP Kendal periode berikutnya.
Muscab IX PPP Zona Jateng I tersebut diikuti empat DPC, yakni Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Kota Salatiga. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader serta menyusun strategi menghadapi dinamika politik ke depan.
Dalam forum tersebut, ditetapkan tim formatur yang terdiri dari Abdul Syukur, Ahmad Mualif (PAC Singorojo), Umar Said (PAC Patebon), Abdullah (PAC Cepiring), dan Samian (PAC Pageruyung).
Tim ini mendapat mandat untuk menyusun kepengurusan baru DPC PPP Kendal setelah berakhirnya masa bakti periode 2021–2026. DPC PPP Kendal kini resmi memasuki masa transisi selama satu minggu.
Dalam kurun waktu tersebut, tim formatur akan bekerja merumuskan struktur kepengurusan yang baru dan lebih solid. Pengurus Anak Cabang (PAC) yang ingin berkontribusi dalam kepengurusan diminta menyalurkan aspirasi melalui unsur formatur dari masing-masing PAC.
“Pelaksanaan muscab secara zonasi merupakan kesepakatan bersama untuk mempercepat proses konsolidasi partai di tingkat daerah. Alhamdulillah seluruh pengurus dari empat daerah hadir dengan penuh semangat,” kata Ketua DPC PPP Kabupaten Kendal, Abdul Syukur.
“Ini merupakan kesepakatan kita untuk melaksanakan muscab secara zonasi, dan hari ini merupakan putaran ketiga.,” imbuhnya.
Abdul Syukur menilai tingginya antusiasme peserta menjadi indikator kuat bahwa kader PPP memiliki komitmen yang sama untuk membangun kembali kekuatan partai.
“Kami berharap dari muscab ini bisa lahir gagasan-gagasan terbaik dan memperkuat komitmen bersama agar PPP bisa bersinergi dari pusat, provinsi hingga daerah,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari konsolidasi lanjutan, PPP juga akan menggelar musyawarah anak cabang (musancab) di 20 PAC. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung maksimal tiga bulan setelah pelaksanaan muscab, guna memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput.
Sementara itu, Pembina DPW PPP Jawa Tengah, Sholehah Kurniawati, menekankan pentingnya solidaritas antar pengurus di semua tingkatan sebagai modal utama dalam membangun kekuatan partai.
“Kita harus meningkatkan solidaritas dari daerah hingga pusat, serta mengobarkan semangat agar PPP bisa kembali ke Senayan,” katanya.
Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Suyono menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader, khususnya bagi anggota legislatif di daerah.
“Anggota DPRD harus terus meningkatkan ilmu dan kapasitas. PPP harus memiliki kreativitas dan kecerdasan agar mampu bersaing. Kita harus terus belajar dan meningkatkan kualitas diri agar lebih baik, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan,” pungkasnya.***
Jurnalis : Anik Kustiani
Editor : Fian





























