KENDAL, Lingkarjateng.id – Pesatnya perkembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) menarik perhatian Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjajaki peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal. Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Academic Leadership Training on Innovative Transformation for University Development and Empowerment yang mengangkat tema hilirisasi riset, teknologi, dan kemitraan industri.
Rombongan Dewan Guru Besar UGM diterima langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Ruang Paringgitan Setda Kendal.
Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Muhammad Baiquni, menilai Kabupaten Kendal memiliki posisi strategis dengan keberadaan kawasan industri di jalur pantura yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang.
“Kita lihat bagaimana pembangunan daerah bisa berkolaborasi dengan kawasan industri, terlebih kawasan industri ini menghasilkan produk-produk yang sudah ekspor maupun impor. Ini adalah role model yang penting untuk dikembangkan di berbagai tempat,” kata Prof. Baiquni.
Ia menekankan pentingnya hilirisasi riset sebagai penghubung antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Menurutnya, hasil penelitian tidak cukup berhenti di laboratorium, tetapi harus diwujudkan menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Banyak sekali produk-produk riset yang harapannya bisa diadopsi dan bisa meningkatkan kinerja riset, industri, dan daerah. Dengan hilirisasi hasil riset mudah-mudahan bisa berkolaborasi untuk kemaslahatan masyarakat banyak,” ungkapnya.
Selain sektor industri, Prof. Baiquni juga menyoroti potensi peternakan di Kendal. Ia menyebut inovasi UGM berupa “Telur Ayam Bahagia” berpeluang dikembangkan di daerah tersebut.
“Di Kendal itu kan penghasil telur ayam yang luar biasa. Dan UGM ada inovasi Ayam Telur Bahagia ini sangat pas. Jadi tinggal ditingkatkan kualitas telurnya,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, berharap kunjungan ini menjadi awal kerja sama strategis antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi.
“Dengan adanya KIK ini memiliki dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kendal. Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa terwujud. Kami juga sangat berharap melalui kegiatan ini ada masukan dari para Guru Besar UGM, kami juga masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mencapai target yang telah kita tentukan,” bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tika juga memaparkan berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari sektor perikanan, peternakan ayam petelur, hingga komoditas kopi yang dinilai memiliki prospek pengembangan ke depan.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid





























