PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Paguyuban Barisan Rakyat Kedungwuni Damai (Barakuda) bersama gotong royong menambal jalan berlubang di Jalan Raya Capgawen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Selasa, Mei 2026.
Ketua pelaksana, Susanto alias Kicek, mengatakan aksi tambal jalan merupakan bentuk kepedulian masyarakat sekaligus upaya mendorong perhatian pemerintah daerah melalui tindakan nyata.
Penambalan jalan menggunakan material pasir, batu, semen, dan cairan pengeras. Selama penambalan berlangsung, petugas Polsek Kedungwuni juga membantu mengatur lalu lintas agar pengguna jalan tetap bisa melintas denga naman.
“Kegiatan ini dari paguyuban Barakuda karena kami peduli dengan masyarakat Kedungwuni. Sekaligus ingin mengusulkan ke pemerintah daerah dengan menunjukkan aksi nyata melalui gerakan sosial menambal jalan,” ujarnya.
Susanto menjelaskan bahwa penambalan jalan dibiayai dari swadaya anggota. Meski memiliki keterbatasan, semangat gotong royong menjadi landasan utama pelaksanaan aksi tersebut.
“Dana dari swadaya anggota. Kami mohon maaf kalau masih banyak kekurangan, tapi dengan niat tulus dan tekad demi kenyamanan pengguna jalan, kegiatan ini tetap kami laksanakan,” katanya.
Menurutnya, aksi ini dipicu oleh kondisi jalan yang membahayakan bahkan sempat menyebabkan pengguna jalan terjatuh.
“Kami tergerak karena ada pengguna jalan yang pernah jatuh di sini. Harapannya, khususnya warga Kedungwuni dan umumnya pengguna jalan bisa lebih nyaman saat melintas,” tambahnya.
Pihaknya membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan atau usulan terkait persoalan di lingkungan sekitar.
“Kalau ke depan ada masalah atau usulan, masyarakat bisa menghubungi anggota kami. Insya Allah kami siap membantu, termasuk bekerja sama dengan dinas terkait maupun pihak kepolisian,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Dapil 4 Fraksi PKB, Fatkhiana Dewi atau Nana, yang turut hadir saat kegiatan menyampaikan apresiasi inisiatif Paguyuban Barakuda. Ia menilai aksi tersebut membantu menjawab kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya tertangani pemerintah.
“Saya ikut mensupport semampunya dengan semangat membangun bersama, untuk lingkungan sekitar wilayah kecamatan tempat tinggal kita dulu, meski belum sempurna, tentu kita apresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini, untuk bisa memberikan support juga pada warga Kabupaten Pekalongan di wilayah kecamatan mana saja,” ujarnya.
Ia mengakui, kerusakan jalan masih menjadi persoalan di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan, tidak hanya di Kedungwuni.
“Sebagai warga Kedungwuni, saya senang sekali. Ini kebutuhan masyarakat yang mungkin belum ter-cover pemerintah daerah. Setidaknya bisa membantu akses jalan yang kondisinya cukup parah. Di Kabupaten Pekalongan ini memang banyak jalan yang rusak dan cukup parah,” katanya.
Terkait perbaikan, ia menyebut pemerintah daerah telah merencanakan program perbaikan jalan pada tahun ini, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas.
“Insya Allah tahun ini ada perbaikan jalan, tapi dilakukan bertahap untuk seluruh Kabupaten Pekalongan. Nanti dipilih yang paling prioritas sesuai usulan masyarakat di masing-masing kecamatan, karena harus merata dan berkeadilan,” jelasnya.
Nana menambahkan, masyarakat juga dapat menyalurkan aspirasi melalui anggota DPRD, meskipun harus mengikuti prosedur yang berlaku.
“Bisa melalui aspirasi DPRD, tapi tetap ada proses dan aturan yang harus diikuti. Jadi masyarakat harus bersabar,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong serta aktif menyampaikan aspirasi secara santun.
“Mari kita sengkuyung bersama. Seperti paguyuban ini, sangat bermanfaat walaupun dilakukan secara swadaya. Kami sebagai wakil rakyat juga terbuka menerima informasi. Kalau ada yang mendesak, bisa kita usulkan,” tuturnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting karena tidak semua kebutuhan di lapangan dapat terpantau secara langsung oleh pemerintah.
“Kami juga butuh informasi dari masyarakat. Insya Allah sebisa mungkin kami bantu, terutama terkait aspirasi,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan bahwa realisasi anggaran pemerintah membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan, kecuali dalam kondisi tertentu melalui kebijakan khusus.
“Anggaran pemerintah ada proses dan aturan, tidak bisa langsung terealisasi begitu saja. Mari kita sama-sama sabar dan berdoa agar ke depan Kabupaten Pekalongan semakin baik,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa






























