Batang (lingkarjateng.id) – Triwulan pertama di tahun 2026 ini, Kabupaten Batang mencatatkan nilai investasi tertinggi se-Jawa Tengah yakni mencapai Rp 3,8 triliun. Sehingga, prestasi ini menempatkan Batang di posisi teratas mengungguli tetangga terdekatnya.
Nilai investasi sebesar Rp 3,88 triliun tersebut didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp 3,68 triliun, disusul Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 202,6 miliar.
“Capaian ini menempatkan Kabupaten Batang berada di posisi ke-1 di Jawa Tengah,” kata Margo Santosa, Kepala DPMPTSP Batang dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (5/5/2026).
“Lalu diikuti Kabupaten Kendal di posisi ke-2 dengan capaian Rp3,6 triliun dan Kota Semarang di posisi ke-3 dengan capaian Rp3 triliun,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, tingginya angka investasi ini didorong oleh lima sektor utama. Sektor listrik, gas, dan air masih menjadi primadona dengan kontribusi sebesar Rp1,6 triliun.
Pada posisi berikutnya ditempati sektor industri padat teknologi dan manufaktur, dengan rincian:
* Industri Mesin & Elektronik: Rp857,5 miliar.
* Industri Tekstil: Rp561,3 miliar.
* Industri Kimia & Farmasi: Rp221,2 miliar.
* Industri lainnya: Rp202 miliar.
“Investasi bukan sekadar angka di atas kertas. Masuknya modal besar ini berdampak langsung pada geliat ekonomi masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja,” jelas Margo.
“Tercatat, sebanyak 2.933 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baru berhasil terserap pada periode ini,” lanjutnya.
Meski sektor listrik menjadi penyumbang nilai investasi terbesar, sektor industri kayu justru menjadi pahlawan dalam urusan menciptakan lapangan kerja.
“Sektor yang menyerap tenaga kerja baru pada Triwulan I adalah industri kayu, yang menyerap sebanyak 972 tenaga kerja, diikuti Industri lainnya 678 tenaga kerja, dan industri tekstil 524 tenaga kerja,” tutup Margo.
Atas prestasi tersebut, Kabupaten Batang pun semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi utama di Jawa Tengah, sekaligus menjadi mesin penggerak ekonomi yang nyata bagi warganya.***
Editor : Fian
































