Blora (lingkarjateng.id) – Proyek pekerjaan pemeliharaan rutin infrastruktur jalan berupa pembangunan talud, gorong-gorong, hingga drainase pada sejumlah ruas jalan provinsi yang di wilayah Kabupaten Blora mulai dilaksanakan.
Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi, Penilik Jalan Bina Marga, Suroso, mengatakan pekerjaan tersebut mencakup ruas Todanan-Ngawen, serta Singget-Doplang-Cepu.
“Pekerjaan ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin jalan provinsi untuk menjaga kondisi infrastruktur agar tetap berfungsi dengan baik,” ujar Suroso, Sabtu (08/08/2026).
Ia menjelaskan pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp397.199.000 dengan nomor kontrak 000.3.2/1091 tertanggal 23 Juli 2026. Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 60 hari kalender, terhitung mulai 23 Juli hingga 20 September 2026.
Menurutnya, pekerjaan yang dilaksanakan antara lain pembangunan gorong-gorong dan drainase dengan panjang sekitar 75 meter dan lebar 2,5 meter. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tersebut melibatkan sekitar 10 orang pekerja.
Suroso mengatakan, pembangunan talud dan sistem drainase tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga konstruksi badan jalan dari potensi kerusakan, terutama akibat aliran air yang tidak terkendali.
Keberadaan talud dan drainase dinilai penting untuk mengarahkan aliran air sehingga tidak menggenangi maupun menggerus bagian badan jalan yang pada akhirnya dapat mempercepat terjadinya kerusakan.
“Talud dan drainase ini untuk mendukung kondisi jalan agar tetap baik, terutama dalam mengantisipasi aliran air yang dapat berdampak terhadap badan jalan,” ujarnya.
Menurutnya, pemeliharaan infrastruktur jalan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalan provinsi, khususnya pada ruas yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Blora.
Dikatakan, Ruas Todanan-Ngawen merupakan jalur yang menghubungkan wilayah bagian utara dan tengah Kabupaten Blora. Sementara ruas Singget-Doplang-Cepu menjadi salah satu jalur penghubung menuju wilayah Cepu dan sekitarnya.
Dengan adanya pekerjaan pemeliharaan tersebut, sambung Suroso, kondisi infrastruktur jalan diharapkan dapat tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat, distribusi barang, maupun mobilitas kendaraan dapat berjalan dengan lancar.
Ditambahkan, selama pekerjaan berlangsung, masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan diharapkan tetap berhati-hati dan memperhatikan rambu maupun petunjuk dari petugas di lapangan.
“Pengguna jalan kami harapkan tetap berhati-hati selama pekerjaan berlangsung karena terdapat aktivitas pekerja dan material di sekitar lokasi,” tandasnya.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Redaksi































