DEMAK, Lingkarjateng.id – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Republik Indonesia, Mugiyanto, menegaskan penanganan banjir rob di Kabupaten Demak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Diperlukan keterlibatan pemerintah provinsi dan pusat untuk mengatasi dampak yang semakin meluas.
Menurut Mugiyanto, Demak menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak perubahan iklim, khususnya akibat kenaikan permukaan air laut yang memicu banjir rob berkepanjangan di kawasan pesisir.
“Demak merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling besar akibat kenaikan permukaan laut. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir yang setiap hari harus menghadapi banjir rob,” ujarnya saat berada di Demak, belum lama ini.
Ia menjelaskan, banjir rob tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, kesehatan, serta menurunkan kesejahteraan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan terpadu lintas sektor.
Mugiyanto menilai keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Demak menjadi kendala dalam upaya penanganan rob secara maksimal. Menurutnya, dukungan dari pemerintah yang lebih tinggi menjadi hal mendesak.
“Kalau hanya mengandalkan pemerintah kabupaten tentu sangat berat. Harus ada perhatian dan dukungan dari pemerintah provinsi serta pemerintah pusat, karena warga yang rumahnya terendam membutuhkan penanganan serius,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan banjir rob juga berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia. Negara, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat terdampak tetap dapat hidup layak dan aman.
Selain pembangunan infrastruktur, Mugiyanto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
“Saya pikir ini salah satu tantangan terkait pemenuhan HAM di Demak. Tapi saya tegaskan bahwa ini bukan menjadi tanggung jawab Pemkab Demak semata, tapi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, pusat, dan juga termasuk dunia usaha dan masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























