DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mengusulkan agar lahan bekas Terminal Tipe B Bintoro sebagai kawasan bagi pedagang kaki lima (PKL).
Bupati Demak, Eisti’anah, menjelaskan lokasi tersebut sebelumnya merupakan Terminal Tipe B yang dikelola Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Namun, setelah operasional dihentikan, area itu kini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Sebelumnya memang dimanfaatkan sebagai Terminal Tipe B oleh Dinas Perhubungan Provinsi, tapi saat ini sudah selesai dan sekarang kondisinya kosong,” ujar Bupati Eisti’anah, baru-baru ini.
Menurutnya, Pemkab Demak telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak untuk memanfaatkan lahan tersebut, termasuk dengan PT KAI sebagai pemilik aset.
“Kami sudah berdiskusi dan berkoordinasi dengan PT KAI dan juga pihak swasta, namun belum ada jawaban. Kami dari pemerintah daerah, karena kantong-kantong PKL masih terbatas, kami berupaya menempatkan PKL di lokasi tersebut, tetapi memang belum mendapatkan persetujuan dari PT KAI,” jelasnya.
Ia menilai, jika rencana tersebut dapat direalisasikan, kawasan eks terminal berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil di Demak. Selain itu, penempatan PKL di satu lokasi diharapkan mampu mengurangi praktik berjualan di bahu jalan atau area terlarang.
Sebagai informasi, Terminal Tipe B Bintoro resmi ditutup sejak 1 April 2026. Seiring penutupan tersebut, sejumlah fasilitas dan infrastruktur di lokasi telah dibongkar. Lahan bekas terminal diketahui merupakan aset milik PT KAI.
Pasca penutupan, layanan angkutan umum dialihkan ke Terminal Tipe A Demak yang berada di Jalan Lingkar Demak. Terminal baru ini disebut memiliki kapasitas lebih besar serta fasilitas yang lebih lengkap guna menunjang pelayanan transportasi publik.
Meski begitu, masih ada sebagian pelaku transportasi yang memanfaatkan area terminal lama untuk aktivitas sementara. Pemerintah daerah pun mengimbau agar seluruh aktivitas dipusatkan di terminal baru.
“Terminal Tipe A sudah disiapkan dengan fasilitas yang lebih memadai. Kami berharap masyarakat dan pelaku transportasi bisa memanfaatkan terminal tersebut secara optimal,” ujar Eisti’anah.
Ia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar pemanfaatan eks Terminal Bintoro segera mendapatkan kepastian dan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid































