KENDAL, Lingkarjateng.id – Tahapan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 yang dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal telah memasuki tahapan seleksi Kesehatan dan Parade.
Tahapan seleksi ini diikuti oleh 246 siswa dan siswi yang telah lolos tahapan seleksi Tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU) pada minggu lalu.
Seleksi kesehatan dan parade dilaksanakan di Stadion Utama Kebondalem Kendal, Rabu, 8 April 2026. Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Alfebian Yulando.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kendal menekankan kepada para peserta agar mengikuti seleksi penuh semangat dan kejujuran. Dan para tim seleksi agar selektif dan amanah dalam melaksanakan tahapan seleksi.
“Semoga melalui seleksi pada hari ini nantinya akan terbentuk pasukan pengibar bendera yang tangguh dan kompeten. Harapan kita peserta mengeluarkan potensi terbaik, menjaga kondisi fisik dan kesehatan serta tidak mudah menyerah dalam mengikuti proses seleksi,” pesan Bupati Kendal.
Bupati berharap, peserta yang lolos Capaskibraka Kabupaten Kendal ini nantinya juga akan ada yang lolos ke tingkat provinsi maupun nasional.
“Tahun kemarin kita ada yang lolos provinsi 2 anak, semoga tahun ini meningkat. Dan harapan kita sampai ada yang lolos tingkat nasional,” harapnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando yang menyampaikan, seleksi kesehatan dan parade melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dengan sistem gugur berdasarkan indikator pemeriksaan kesehatan tertentu.
Tes kesehatan meliputi pemeriksaan fisik menyeluruh (tinggi/berat badan ideal, tekanan darah, postur kaki, pemeriksaan organ dalam (jantung, paru, THT, gigi), pemeriksaan penunjang (mata/visus, buta warna, urine/tes kehamilan), serta riwayat kesehatan.
“Postur tubuh, tinggi badan, postur kaki, kemudian kesehatan mata, buta warna apa tidak, dan lain sebagainya. Itu yang melakukan tes ada 4 dokter dari IDI Kabupaten Kendal,” paparnya.
Febi menyebut, nantinya peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya yaitu PBB dan Kesemaptaan yang dijadwalkan pada 14 April 2026 mendatang
Sementara salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Weleri, Imam Rizky Delan Saputra berharap, dengan persiapan maksimal yang dilakukan, ia dapat lolos seleksi hingga tahap akhir dan bisa menjadi petugas pengibar bendera merah putih pada 17 Agustus 2026 mendatang.
“Saya sangat siap dan selalu berlatih sampai sore. Dan ikut ekstrakulikuler Paskibra di sekolah juga. Harapannya bisa jadi petugas Paskibraka dan bisa sampai di tingkat provinsi,” harapnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar































