SEMARANG, Lingkarjateng.id — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menekankan pentingnya relevansi teori politik dengan dinamika di lapangan.
Hal tersebut disampaikan saat menjadi pemateri acara bedah buku “Shortcut Teori‑Teori Pilihan dalam Ilmu Politik” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro pada Jumay, 22 Mei 2026.
“Teori itu penting, tetapi akan lebih bermakna jika bisa digunakan untuk membaca perilaku pemilih, strategi kampanye, dan dinamika kekuasaan yang nyata di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena politik kontemporer terutama di era digital menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
“Hari ini, pertarungan politik bukan hanya soal program, tetapi juga soal persepsi, narasi, dan bagaimana realitas dibingkai di ruang publik,” ucapnya.
Saleh juga menyoroti perubahan lanskap politik akibat perkembangan teknologi digital.
“Dulu kampanye lebih banyak mengandalkan tatap muka. Sekarang, komunikasi politik terjadi setiap saat di media sosial. Ini membuat teori-teori politik harus mampu menjelaskan fenomena baru seperti digital campaigning dan microtargeting,” jelasnya.

Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
































