SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis wilayah. Salah satunya melalui pengembangan program padi pot dan gerakan memelihara ayam petelur di tingkat keluarga.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan Pemkot Salatiga memberikan ruang bagi kelurahan untuk menghadirkan program yang kreatif dan inovatif agar masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Salah satu inovasi yang kini mulai dikembangkan ialah program padi pot.
Program tersebut dilakukan dengan menanam tiga batang padi dalam satu pot dan sebelumnya telah diuji coba di Kelurahan Mangunsari.
“Padi pot ini sudah dicoba di Mangunsari dan diperkirakan bisa panen sekitar satu setengah bulan,” ujar Robby saat kunjungan kerja ke Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Robby menegaskan bahwa setiap kelurahan di Kota Salatiga harus memiliki inovasi ketahanan pangan sesuai dengan potensi wilayah masing-masing guna mendukung program swasembada pangan daerah.
Selain padi pot, Pemkot Salatiga juga mendorong gerakan memelihara ayam petelur di tingkat rumah tangga.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan sumber protein bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Kelurahan Dukuh menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan memperkuat program peternakan ayam petelur berbasis keluarga tersebut.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































