Semarang (lingkarjateng.id) – Manajemen PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang mengonfirmasi sebanyak 9.622 pelanggan memadati Stasiun Pekalongan sepanjang akhir pekan ini. Peningkatan jumlah penumpang tersebut terjadi jelang Idul Adha 2026.
Lonjakan penumpang tersebut terhitung sejak tanggal 22 hingga 24 Mei 2026. “Arus pergerakan penumpang di stasiun terpantau cukup tinggi, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif dalam keterangannya yang diterima, Minggu 24 Mei 2026.
Dari total manifes yang tercatat dalam sistem komputerisasi ticketing, pergerakan penumpang turun masih mendominasi ketimbang penumpang yang berangkat.
“Secara akumulatif, terdapat 4.408 orang yang naik meninggalkan kota batik dan sebanyak 5.214 jiwa yang tiba untuk merayakan Idul Adha 1447 H,” kata dia.
Luqman menilai potret kepadatan ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap moda transportasi massal berbasis rel yang dinilai anti-macet.
“Puncak kepadatan arus penumpang di stasiun tersebut dilaporkan terjadi pada hari Sabtu dengan total menembus angka 3.721 pengguna jasa,” terang Luqman.
Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan calon penumpang di area peron, pihak manajemen telah menyiapkan skema operasional khusus yang ketat.
“KAI Daop 4 Semarang mengerahkan sedikitnya 33 armada kereta api reguler untuk keberangkatan awal setiap hari demi mengakomodasi mobilitas warga,” jelasnya.
“Jalur rel pantura sendiri dipastikan bakal semakin sibuk mengingat ada sekitar 73 perjalanan kereta api luar daerah yang melintas setiap harinya,” sambung dia.
Tak cukup sampai di situ, satu rangkaian kereta api tambahan juga resmi dioperasikan guna menyerap sisa permintaan tiket yang belum terpenuhi.
Dia menyebut dari total daya tampung tempat duduk yang disediakan oleh pihak operator kini mencapai angka maksimal 16.982 kursi yang disiapkan setiap hari.
“Berdasarkan riwayat transaksi pembelian tiket, wilayah ibu kota dan kota besar di Jawa Tengah serta Jawa Timur masih menjadi destinasi paling diburu,” tandasnya.
Stasiun Pasar Senen dan Gambir di Jakarta menempati urutan teratas kota tujuan mandiri pelanggan, disusul oleh Surabaya Pasar Turi, Solo Balapan, serta Purwokerto.
Sementara itu, untuk moda transportasi lokal, kereta api jarak pendek seperti KA Kaligung dan Kamandaka tetap menjadi andalan utama masyarakat urban.
Untuk rute melingkar Jawa Tengah, KA Joglosemarkerto serta KA Menoreh dilaporkan menjadi armada yang paling cepat habis terjual status okupansinya.
Pihak manajemen mengimbau kepada calon pelancong untuk segera melakukan pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi resmi Access by KAI agar tidak kehabisan.***
































