Demak (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten Demak menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru madrasah diniyah (Madin), guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta pondok pesantren di Kabupaten Demak.
Komitmen itu disampaikan Bupati Demak, Eisti’anah, usai mengikuti rapat paripurna DPRD Demak dengan agenda penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Sebelumnya, Fraksi PKB DPRD Demak meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru madrasah, guru diniyah, serta pondok pesantren yang dinilai memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Menurut Fraksi PKB, sebagai Kota Wali, Kabupaten Demak memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter masyarakat.
Kemajuan ekonomi dinilai harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai religius, pendidikan, budaya gotong royong, dan kepedulian sosial yang menjadi warisan para ulama.
Menanggapi pandangan tersebut, Bupati Eisti’anah menyampaikan bahwa Pemkab Demak telah mengalokasikan anggaran bagi guru Madin dan TPQ sesuai dengan ketentuan serta regulasi yang berlaku agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.
“Guru Madin, TPQ sudah kita alokasikan anggaran, dengan menyesuaikan regulasi-regulasi yang kami harapkan bisa tepat untuk guru madin dan TPQ,” ujar Eisti’anah.
Ia menjelaskan, dukungan kepada lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren, dilakukan melalui mekanisme hibah yang penyalurannya menyesuaikan ketentuan yang berlaku.
“Karena prosesnya melalui hibah yang dilakukan dua tahun sekali, kami berharap pondok pesantren, Madin, maupun TPQ dapat terus merasakan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Demak,” jelasnya.
Selain memperhatikan kesejahteraan guru keagamaan, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur secara bertahap. Sejumlah program pembangunan telah direncanakan secara berkelanjutan mulai tahun 2025 hingga tahun-tahun berikutnya.
“Pembangunan infrastruktur kami lakukan secara bertahap mulai tahun 2025, 2026, 2027 dan seterusnya. Fokus kami tentunya baik penataan kawasan perkotaan, penanganan rob, jalan-jalan kabupaten, serta membantu pembangunan akses jalan yang berada di desa-desa,” ujarnya.
Pemkab Demak berharap upaya peningkatan kesejahteraan guru keagamaan dan pembangunan infrastruktur dapat berjalan beriringan guna mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam aspek pendidikan dan keagamaan.***
jurnalis : Burhan
Editor : Redaksi





























