Kudus (lingkarjateng.id) – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris resmi melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, di Pendapa Kabupaten Kudus pada Rabu (1/4/2026) hari ini.
Usai dilantik, Sekda Kudus Eko Djumartono memberikan pesan tegas dengan menekankan bahwa kebijakan efisiensi anggaran, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM), tidak boleh berhenti pada simbol atau gaya semata.
“Jangan sampai sudah bersepeda, tetapi belanja BBM masih tetap sama. Artinya harus ada perubahan yang nyata dan terukur,” tegas Eko usai pelantikan di Pendapa Kabupaten Kudus.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Kudus yang kini tengah mendorong pola kerja lebih hemat dan efisien di tengah tekanan kondisi ekonomi global.
Menurut dia, langkah sederhana seperti bersepeda yang telah dicontohkan bupati harus diikuti dengan penyesuaian anggaran yang konkret.
Ia menyebut, evaluasi terhadap belanja aparatur sipil negara (ASN), khususnya pada sektor operasional seperti BBM, akan menjadi prioritas.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan efisiensi benar-benar berdampak pada pengurangan pengeluaran, bukan sekadar formalitas.
“Kalau tidak ada penurunan angka, berarti ada yang tidak sinkron antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Selain efisiensi BBM, Pemkab Kudus juga tengah menyiapkan regulasi lanjutan terkait penerapan pola kerja fleksibel seperti work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA).

Surat edaran resmi, kata Eko, akan segera diterbitkan untuk mengatur mekanisme tersebut, termasuk target efisiensi yang ingin dicapai.
Ia memastikan, seluruh kebijakan ini tetap mengedepankan kualitas pelayanan publik. Meski anggaran mengalami penyesuaian, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menurun.
“Efisiensi itu penting, tapi pelayanan harus tetap maksimal. Itu yang menjadi komitmen kami,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dalam arahannya menekankan pentingnya kerja cepat dan kolaboratif di tengah tantangan ekonomi.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk “gas pol” menjalankan program prioritas daerah, sekaligus menjaga stabilitas di tengah dinamika global yang turut berdampak hingga ke daerah.
“Penghematan BBM menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga kesehatan fiskal daerah tanpa mengorbankan pelayanan publik,” ungkapnya.
Bupati juga mengapresiasi kontribusi pejabat sebelumnya dan berharap kepemimpinan baru mampu membawa semangat pembaruan.***
Jurnalis : Fahtur Rohman
Editor : Fian































