Grobogan (lingkarjateng.id) – Memasuki bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Godong menggencarkan razia minuman keras (miras) di sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Warung, kios, hingga lokasi yang dicurigai sebagai tempat peredaran miras juga tak luput menjadi sasaran utama dalam operasi tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol, terutama pada malam hari selama Ramadhan.
Kapolsek Godong, Muh. Suharto, menegaskan bahwa razia miras merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa adanya gangguan yang disebabkan oleh konsumsi miras,” kata Suharto, Senin (23/2).
Menurutnya, peredaran miras tak jarang menjadi pemicu tindak kriminal, perkelahian, hingga gangguan ketertiban umum.
Karena itu, penertiban rutin dilakukan, khususnya pada momentum yang dinilai rawan seperti bulan Ramadhan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap tempat-tempat yang dicurigai. Apabila ditemukan barang bukti, miras langsung disita sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Para pemilik juga diberikan pembinaan serta peringatan agar tidak kembali menjual minuman beralkohol.
Suharto menekankan bahwa kegiatan dilakukan secara humanis dan profesional. Selain penindakan, pendekatan persuasif juga dikedepankan dengan memberikan imbauan kepada para pedagang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu kenyamanan warga lainnya,” tambahnya.
Polsek Godong juga membuka ruang partisipasi masyarakat dengan mengimbau warga segera melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran miras ilegal maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Dengan intensifikasi razia ini, Polsek Godong berharap situasi di Kecamatan Godong tetap aman, tertib, dan kondusif sepanjang Ramadhan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman.***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Fian






























