GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Fasilitas kesehatan di Kabupaten Grobogan menangani puluhan santri Pondok Pesantren Asnawiyah Demak yang diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko, mengonfirmasi bahwa dua rumah sakit di Kecamatan Gubug menerima dan merawat para santri yang mengalami gejala keracunan MBG pada Minggu, 19 April 2026.
“Penanganan dilakukan di dua rumah sakit, yakni RS PKU Muhammadiyah Gubug dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo,” jelas dr Djatmiko, Senin, 20 April 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Grobogan, sebanyak 35 pasien menjalani perawatan intensif di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo. Dari jumlah tersebut, 34 merupakan santri dan satu lainnya adalah ibu asuh.
Sementara itu, RS PKU Muhammadiyah Gubug menangani total 52 santri dengan dugaan keracunan. Sebanyak 43 pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sedangkan sembilan lainnya masih dirawat inap.
“Rata-rata pasien mengalami gejala yang sama, yakni mual, muntah, dan diare,” ungkapnya.
Ratusan Santri di Demak Diduga Keracunan Usai Makan Nasi Goreng MBG
Pihaknya menyatakan Dinas Kesehatan Grobogan terus berkoordinasi dengan kedua rumah sakit tersebut guna memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan optimal hingga pulih.
“Kami pastikan para santri mendapatkan perawatan intensif sampai kondisi mereka membaik,” tegas dr Djatmiko.
Sebelumnya, para santri dilaporkan mengalami keluhan mual, muntah, dan diare secara bersamaan pada Minggu, 19 April 2026. Para santri tersebut berasal dari berbagai daerah dan sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Asnawiyah yang berlokasi di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.
Dugaan sementara, para santri mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu nasi goreng dari program MBG yang dibagikan pada Sabtu, 18 April 2026. Namun, penyebab pasti kejadian ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar































