Semarang (lingkarjateng.id) – Kondisi Pasar Hewan Ambarawa di wilayah Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang memerlukan adanya tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk melakukan berbagai perbaikan.
Pemkab Semarang, juga berjanji akan segera menindaklanjuti sejumlah keluhan serta aspirasi para pedagang di Pasar Hewan Ambarawa yang meminta adanya revitalisasi pasar yang kerap jadi jujukan warga membeli berbagai jenis hewan ternak.
Kepala UPTD Puskeswan, Pasar Hewan, dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Semarang Wilayah Ambarawa, Muhammad Hidayat mengatakan pihaknya telah menerima instruksi langsung dari Bupati Semarang untuk segera menyusun nota dinas.
“Untuk tahun ini, aspirasi permintaan dari pedagang yang disampaikan ke Bapak Bupati Semarang ini sesuai perintah dari Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) untuk segera dibuatkan nota dinas dan tindak lanjuti,” ujar Hidayat, Rabu (10/6).
Menurutnya, terdapat dua kebutuhan paling mendesak yang saat ini dihadapi oleh para pedagang, yaitu adanya penambahan fasilitas tambatan hewan, dan sarana prasaran (sarpras, red) lainnya, serta perbaikan sistem drainase atau saluran air.
Ia menyebut yang perlu segera diperbaiki adalah masalah saluran air dan ketersediaan air bersih di Pasar Hewan Ambarawa ini memang bukan tanpa alasan. Tingginya aktivitas volume kunjungan hewan, khususnya sapi, membuat kebutuhan akan air bersih melonjak tajam.
“Air bersih itu menjadi kebutuhan vital bagi pedagang sapi. Dengan adanya sarana air yang baik, mereka akan lebih mudah untuk membersihkan hewan atau keperluan lainnya,” terangnya.
Dengan rencana pengajuan nota dinas itu, diharapkan Pemkab Semarang akan dapat segera mengalokasikan anggaran perubahan atau anggaran prioritas untuk merevitalisasi Pasar Hewan Ambarawa tersebut.
Terpisah, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan bahwa rencana revitalisasi di Pasar Hewan Ambarawa akan dilakukan penataan secara bertahap. Diakuinya, bahwa Pasar Hewan Ambarawa ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lanjut Ngesti Nugraha, rencana revitalisasi atau penataannya pun akan dilakukan secara bertahap, dan tidak langsung dalam satu waktu terselesaikan. “Pasar Hewan Ambarawa ini adalah fasilitas umum dan akan kita lakukan perbaikan secara bertahap,” tegasnya.
Terkait, aspirasi yang masuk ke Bupati Semarang disebutkan salah satunya adalah perbaikan pembuatan tambatan hewan. Dirinya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang untuk segera melakukan perbaikan tambatan hewan itu.
“Nanti bertahap fasilitas lainnya, contoh di bagian depan Pasar Hewan Ambarawa ini jalannya kan sudah rusak, dan akan segera perbaiki karena jalan akses masuk Pasar Hewan Ambarawa menjadi PR kita bersama,” pungkasnya.***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Fian






























