REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memperingati Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang dengan menggelar upacara di Alun-Alun Rembang, Senin, 27 Juli 2026.
Dalam momentum tersebut, Bupati Rembang, Harno, mengajak seluruh masyarakat memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan melalui penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pembangunan infrastruktur.
“Peringatan Hari Jadi bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah Kabupaten Rembang, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, mempererat persatuan, serta meneguhkan semangat gotong royong dalam mewujudkan cita-cita pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Mengusung tema “Ketahanan Pangan Tangguh, SDM Unggul, Infrastruktur Andal untuk Rembang Sejahtera”, Pemkab Rembang menempatkan tiga sektor tersebut sebagai prioritas pembangunan. Harno menilai ketahanan pangan menjadi fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat, mengingat Rembang memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan.
Harno mengatakan penguatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas kelembagaan petani, hingga hilirisasi hasil pertanian menjadi langkah penting agar Rembang semakin berperan sebagai salah satu penyangga pangan nasional.
Selain sektor pangan, Harno menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui penguatan pendidikan, pelayanan kesehatan, kompetensi tenaga kerja, pembinaan karakter generasi muda, serta peningkatan kapasitas aparatur pemerintah.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam. Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang harus terus kita tingkatkan,” katanya.
Di bidang infrastruktur, Harno berkomitmen melanjutkan pembangunan jalan, jembatan, jaringan irigasi, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga infrastruktur digital untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka peluang investasi.
Harno juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Indeks Daya Saing Daerah meningkat dari 3,53 menjadi 3,67, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 72,53 menjadi 73,40.
Di sektor kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 99,52 persen dengan peserta aktif sebesar 80,04 persen. Capaian tersebut mengantarkan Kabupaten Rembang mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC).
“UHC bukan sekadar angka. UHC adalah bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Harno.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rembang pada 2025 tercatat sebesar 5,77 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,08 persen serta melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah maupun nasional.
Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 14,02 persen menjadi 13,01 persen melalui berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah.
Perbaikan juga terlihat pada sektor infrastruktur dengan kenaikan indeks dari 47,46 menjadi 55,24. Adapun Indeks Kualitas Lingkungan Hidup meningkat dari 66,96 menjadi 72,50, melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah.
Dalam tata kelola pemerintahan, Pemkab Rembang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk kedelapan kalinya sebagai bentuk pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.
Harno mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan terus bergotong royong agar pembangunan di Kabupaten Rembang dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi seluruh warga.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid




























