REMBANG, Lingkarjateng.id – Masyarakat pengguna jalan di Kabupaten Rembang perlu mengantisipasi adanya rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan Kirab Akbar Budaya Klenteng Hok Tik Bio, Minggu, 20 September 2026.
Kirab yang digelar setiap sepuluh tahun sekali tersebut akan melibatkan sekitar 30 hingga 40 kelompok peserta. Rangkaian kirab diperkirakan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB.
Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ryan Mitha Pangesty, mengatakan rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama rombongan kirab melintas.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di jalur Pantura, khususnya kawasan Karanggeneng hingga sekitar Tasikagung.
“Jam 10 nanti akan ada penyeberangan untuk rangkaian atau kelompok sekitar 30 sampai 40 kelompok,” kata Mitha, Jumat, 18 September 2026.
Mitha menegaskan, jalur Pantura tidak akan ditutup total selama pelaksanaan kirab. Arus lalu lintas akan diberlakukan sistem buka tutup secara bergantian menyesuaikan pergerakan rombongan.
“Untuk rekayasa arus lalu lintas, kita tidak akan menutup Pantura itu selama berjam-jam. Tentunya akan buka tutup bergantian,” ujarnya.
Untuk kendaraan roda dua, roda empat, maupun truk kecil, kepolisian menyiapkan jalur alternatif melalui jalan lingkar Rembang.
Kendaraan dari arah barat dapat menggunakan jalur Pentungan – Galonan – keluar di Soklin.
Sedangkan kendaraan dari arah timur dapat melalui Soklin – Galonan – Jeruk – kemudian keluar di Pentungan.
Sementara kendaraan dengan sumbu tiga ke atas, terutama kendaraan dengan berat sekitar 10 ton ke atas, diimbau tidak memaksakan melintas di jalur yang terdampak kirab.
“Kendaraan-kendaraan yang sumbu tiga ke atas, yang beratnya 10 ton ke atas, kami sarankan dan kami imbau untuk dapat beristirahat di kantong-kantong parkir yang disediakan pada jam tersebut,” jelas Mitha.
Imbauan tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan berat ketika arus Pantura diberlakukan buka tutup.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Kirab Akbar Klenteng Hok Tik Bio, Sutikno Hadi Warsito, mengatakan kirab tahun ini merupakan agenda khusus yang digelar setiap satu dekade.
Rombongan akan menempuh rute sekitar 4,3 kilometer dengan titik awal dan akhir di Klenteng Hok Tik Bio.
Adapun rute kirab dimulai dari Start Klenteng Hok Tik Bio. Selanjutnya peserta menuju Jalan KS Tubun – Jalan Wahidin – Jalan Pelabuhan – masuk Klenteng Tjoe Wie Kiong – Jalan Diponegoro – Jalan Dampo Awang – Jalan Dr Wahidin – Jalan Kartini – Jalan Ahmad Yani – Jalan Thamrin – Jalan Air Langga – Jalan KS Tubun – Finish Klenteng Hok Tik Bio.
Sutikno mengatakan, sebelum prosesi kirab dimulai, rangkaian kegiatan akan diawali dengan sembahyang. Setelah itu, sejumlah perlengkapan ritual akan dikeluarkan dan dibawa dalam prosesi kirab.
“Ini kita memperingati setiap 10 tahun. Klenteng Hok Tik Bio memang adanya 10 tahun sekali untuk mengadakan kirap. Untuk tanda puncaknya itu tanggal 20 September kita mengadakan kirap, keliling kota,” ungkapnya.
Peserta kirab tidak hanya berasal dari Kabupaten Rembang. Panitia juga mencatat adanya peserta dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta hingga Tangerang.
“Yang terjauh ada dari Jakarta, Tangerang, Jawa Timur, Jawa Tengah,” ucapnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa






























