REMBANG, Lingkarjateng.id – Bupati Rembang, Harno, menegur pihak penanggung jawab proyek rehabilitasi sekolah setelah menerima informasi mengenai kualitas pekerjaan yang bermasalah di lapangan.
Harno menegaskan program Rehabilitasi Ruang Kelas (Revit) yang mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat harus menghasilkan bangunan sekolah yang layak dan dikerjakan sesuai standar.
Ia tidak ingin program tersebut justru menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat.
”Kemarin saya membaca di media, dan ada yang belum baik. Dengan informasi dari media dan kemudian ada hal yang kurang baik, saya ucapkan terima kasih dan sudah langsung saya tegur kepada yang bertanggung jawab,” katanya, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Harno, informasi mengenai persoalan pekerjaan menjadi bagian penting dalam pengawasan pelaksanaan program. Ia mengatakan laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti agar kekurangan di lapangan tidak dibiarkan.
”Masuk informasi seperti itu, saya sangat senang, karena saya langsung minta diuji itu,” katanya.
Harno sebelumnya telah meminta jajaran organisasi perangkat daerah terkait untuk memastikan proyek rehabilitasi sekolah berjalan dengan baik. Pertemuan dengan kepala dinas dan perangkat daerah terkait dilakukan sekitar sepekan sebelum pernyataannya tersebut.
”Semua pekerjaan harus dikerjakan dengan baik,” tandas Harno.
Ia menekankan, pelaksanaan rehabilitasi tidak boleh sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan atau penyerapan anggaran. Hasil pembangunan harus memberikan manfaat langsung bagi sekolah dan para siswa.
”Sebenarnya saya minta semuanya, pekerjaan baik dan selesai dengan baik,” pungkasnya.
Harno mengungkapkan program Revit di Rembang mencakup sejumlah satuan pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, sekolah swasta, hingga sekolah luar biasa.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap program tersebut tidak terlepas dari masih banyaknya sekolah di Rembang yang membutuhkan perbaikan.
Harno mengatakan dukungan pemerintah pusat itu sebelumnya turut diperjuangkan melalui komunikasi dengan menteri terkait. Ia menyampaikan kondisi sarana pendidikan di Rembang yang masih membutuhkan rehabilitasi.
”Saya menyampaikan karena sudah banyak sekolah-sekolah yang rusak. Saya minta diperhatikan Rembang langsung kepada Pak Menteri,” ujar Harno.
”Di Blora yang saya dengar itu Rp19 miliar, dan saya kira Rembang lebih banyak. Mungkin karena sekolahnya sebanyak itu dibanding yang lain. Akhirnya dari kementerian memperhatikan Rembang,” sambungnya.
Harno kembali mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut menjalankan pekerjaan secara serius. Menurutnya, anggaran yang telah dialokasikan pemerintah harus diwujudkan dalam hasil rehabilitasi yang berkualitas.
”Yang diinginkan masyarakat, dikerjakan dengan baik,” tegasnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Vicky Rio
Editor: Muslichul Basid
































