KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kudus mempercepat program normalisasi sungai sebagai langkah strategis menekan risiko banjir, menyusul meningkatnya ancaman cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada awal 2026.
Upaya ini dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Tengah.
Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah mengatakan kerja sama lintas instansi telah berjalan sejak 2023 dan kini semakin diperkuat.
Dalam pembagian peran, Dinas PU menangani wilayah utara hingga Sungai Jawana, sementara kawasan selatan dikerjakan bersama BBWS dengan dukungan teknis utama dari balai tersebut.
“BPBD memfasilitasi koordinasi lapangan agar pekerjaan berjalan efektif,” ujar Syarif, Selasa, 3 Februari 2026.
Pihaknya menjelaskan, intensitas normalisasi ditingkatkan dengan fokus pada Sungai Juwana, JU 1, serta anak-anak sungainya.
Pekerjaan meliputi pelebaran, pendalaman, dan pelurusan alur sungai untuk memperbesar kapasitas tampung air sekaligus mempercepat aliran menuju laut.
Untuk menunjang pekerjaan, BPBD dan BBWS memanfaatkan pemantauan drone serta data real time guna mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Ditengah program normalisasi tersebut, ia juga menyoroti bambu di tepi sungai yang kerap hanyut saat banjir dan merusak jembatan.
Syarif pun mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan tidak mendirikan bangunan liar di bantaran.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Sekar S































