PATI, Lingkarjateng.id – Curah hujan intensitas tinggi dan lebat dalam empat hari terakhir sejak Jumat, 9 Januari 2026 di Kabupaten Pati ke berbagai wilayah, terutama banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya, mengungkapkan hujan pada awal Januari merupakan puncak musim hujan di Pati tahun 2026 yang diprediksi berlangsung hingga Februari.
“Perkiraan dari BMKG puncak musim hujan 2026 itu ada di bulan Januari-Februari. Jadi kita baru memasuki minggu pertama di Januari. Potensi hujan lebat masih mungkin terjadi di Kabupaten Pati sampai Februari,” ungkap Martinus pada Senin, 12 Januari 2026.
Potensi bencana pada musim penghujan pun tak terhindarkan. Oleh karena itu BPBD Pati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
“Kami imbau masyarakat terutama yang tinggal di dekat bantaran sungai lebih hati-hati dalam beraktivitas. Karena sewaktu-waktu tinggi muka air bisa meluap,” kata dia.
Hujan dan banjir juga mengakibatkan badan jalan tergenang. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada para pengguna jalan untuk berhati-hati serta mencari informasi terkait banjir.
“Bagi yang melintas di Jalan Juwana-Rembang di wilayah Batangan harus berhati-hati karena ada limpasan air sungai Widodaren yang melintas di jalur Pantura, tingginya lumayan bisa sampai 30 cm,” imbuhnya.
Pun dengan masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan seperti Cluwak, Gunungwungkal, Tlogowungu, Gembong, dan Sukolilo untuk mewaspadai potensi tanah longsor.
“Demikian masyarakat di daerah rawan longsor, lebih baik menghidupkan ronda. Supaya jika ada pergerakan tanah info ke masyarakat bisa lebih cepat meminimalisir dampak longsor,” tandasnya.
BPBD bersama stakeholder terkait pun akan terus melakukan monitoring wilayah, serta percepatan penanganan bencana alam dan pendistribusian logistik bantuan.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa





























