KUDUS, Lingkarjateng.id – Sebanyak 64 pelajar SMA sederajat di Kabupaten Kudus terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (paskibraka) 2025.
Setelah menjalani masa pelatihan panjang sejak Juli lalu, pengukuhan paskibraka Kudus baru resmi dilaksanakan pada Jumat, 15 Agustus 2025 di pendopo kabupaten.
Sebelumnya selama satu bulan penuh, mereka ditempa dalam latihan rutin setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Pelatih Paskibraka Kudus, Letda Har Witono, menjelaskan bahwa proses seleksi dan pembinaan dilakukan secara ketat, mencakup tes fisik, kepribadian, hingga materi wawasan kebangsaan dan Pancasila.
“Peserta putri minimal tinggi 160 sentimeter, sedangkan putra 168 hingga 175 sentimeter. Dari total peserta, 24 adalah putri dan 40 putra,” ujarnya si Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis, 14 Agustus 2025.
Formasi Paskibraka Kudus terdiri dari kelompok 17 sebagai pasukan inti pengibar bendera, kelompok 8 yang beranggotakan 6 personel Polres Kudus sebagai pengawal bersenjata lengkap dengan komandan kompi, serta kelompok 45 sebagai pasukan pengiring.
Latihan yang dilakukan tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk mental dan disiplin.
“Kalau disiplin, tetap keras. Tapi kami tidak menggunakan kekerasan fisik, paling hanya push-up sebagai bentuk pembinaan,” ujar Witono
Ia mengakui, kendala yang kerap dihadapi selama latihan adalah faktor cuaca dan kondisi fisik peserta yang bisa berubah-ubah.
Mesti begitu, semangat para pelatih dan peserta tetap tinggi, apalagi sejumlah alumni Paskibraka Kudus tahun-tahun sebelumnya juga ikut membantu dalam proses pelatihan.
Jadwal kegiatan menjelang peringatan HUT ke-79 RI pun sudah disusun. Setelah pengukuhan besok sore, pada Sabtu, 16 Agustus pagi akan digelar gladi bersih upacara di alun-alun.
Puncaknya, Minggu, 17 Agustus para anggota Paskibraka menjalankan tugas utama mengibarkan bendera pusaka pada upacara peringatan kemerdekaan di Kabupaten Kudus.
“Momen ini bukan hanya soal mengibarkan bendera, tapi menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai generasi penerus bangsa,” pungkas Witono.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa































