KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kendal mengakui kesulitan mengendalikan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di berbagai lokasi di Kendal. Tapi pihaknya terus berupaya menangani permasalahan ini.
Kepala Dinsos Kendal, Muntoha, mengatakan bahwa pihaknya telah ratusan kali mengamankan ODGJ, namun jumlah ODGJ terus bertambah dan selalu berpindah-pindah lokasi.
“Sebenarnya tidak hanya di Kecamatan Weleri, di lokasi lain juga banyak,” ujarnya, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Selain itu, Dinsos Kendal juga bekerja sama dengan Satpol PP untuk menangani ODGJ yang berkeliaran. Dimana Satpol PP bertanggung jawab untuk mengamankan ODGJ, sedangkan Dinsos memberikan pembinaan di shelter.
“Kalau yang nangani kan dari Satpol PP ya, tugas kami memberikan pembinaan di shelter Dinsos,” tambahnya.
Dinsos Kendal menangani ODGJ yang memiliki keluarga dan yang tidak memiliki identitas dengan cara yang berbeda.
ODGJ yang memiliki keluarga akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) setelah pembinaan di shelter.
“Sedangkan ODGJ yang tidak memiliki identitas akan dilakukan pembinaan di kamar shelter dan kemudian dikembalikan ke keluarga setelah perawatan,” jelas Toha.
Muntoha mengaku, bahwa Dinsos Kendal kesulitan memantau pergerakan ODGJ yang selalu berpindah-pindah lokasi.
“Hal ini membuat penanganan ODGJ menjadi tantangan bagi Dinsos Kendal,” ungkapnya.
Dengan upaya penanganan yang terus dilakukan, Dinsos Kendal berharap dapat membantu ODGJ mendapatkan perawatan yang tepat dan kembali ke keluarga dengan kondisi yang lebih baik.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Sekar S































