KENDAL, Lingkarjateng.id — Kegiatan Operasi Patuh Candi 2025 Polres Kendal mengedepankan pendekatan humanis. Menurut Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan bahwa polisi kini tak hanya hadir sebagai penegak aturan, tapi sebagai mitra dan pelindung yang mengayomi.
“Dengan wajah yang lebih ramah, Polres Kendal menunjukkan bahwa membangun budaya tertib di jalan raya bisa dimulai dari keteladanan dan pelayanan yang menyentuh hati masyarakat,” kata AKBP Hendry, Selasa, 15 Juli 2025.
Operasi Patuh Candi 2025 berlangsung 14 hingga 27 Juli 2025 dengan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”.
Selama pelaksanaan kegiatan Kapolres Kendal menenkankan kepada anggotanya untuk menggunakan pendekatan humanis.
“Operasi Patuh Candi 2025 bukan sekedar penindakan hukum. Yang lebih penting adalah bagaimana kami membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas,” lanjutnya.
Kapolres menjelaskan catatan dari data internal bahwa jumlah pelanggaran lalu lintas pada semester I tahun 2025 turun 26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini menurutnya menunjukkan indikator awal keberhasilan pendekatan yang lebih persuasif.
“Kami instruksikan seluruh personel agar mengedepankan pendekatan edukatif. Pelayanan yang baik dan ramah akan menjadi kunci keberhasilan operasi ini,”pungkasnya.
Jurnalis: Unggul Priambodo
Editor: Ulfa






























