KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengajak masyarakat setempat untuk menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai toleransi sebagai upaya merawat kearifan lokal dan kebhinekaan.
Hal itu dikatakan Bupati Kendal yang akrab disapa Tika dalam kegiatan sosialisasi kewaspadaan dini dalam rangka merawat kearifan lokal dan kebhinekaan guna menjaga toleransi penghayat kepercayaan pada Senin, 7 Juli 2025.
“Kearifan lokal adalah pondasi kita. Nenek moyang kita di tanah Jawa ini telah mewariskan nilai-nilai luhur seperti guyub rukun, tepo seliro, dan seduluran selawase,” ujarnya, Senin, 7 Juli 2025.
Menurutnya, nilai-nilai luhur tersebut telah terbukti ampuh merajut kebersamaan dan mencegah perpecahan di masyarakat.
“Kita harus merawatnya, karena di dalamnya terkandung kebijaksanaan untuk saling menghargai, menghormati, dan hidup berdampingan, tanpa memandang perbedaan keyakinan,” tuturnya.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penghayat kepercayaan, hak-hak mereka, serta bagaimana dapat menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman.
“Mari kita jaga daerah Kendal tercinta ini, agar senantiasa aman, damai, dan harmonis, di mana setiap individu, apa pun keyakinannya, dapat hidup berdampingan dengan damai dan menjalankan ibadah. Tingkatkan pemahaman, mempererat tali silaturahmi, dan menjaga kerukunan antarumat beragama dan penghayat kepercayaan di Kabupaten Kendal,” harapnya.
Tika menegaskan bahwa pemerintah menjamin hak setiap warga negara untuk berkeyakinan, termasuk para penghayat kepercayaan.
“Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat, hendaknya kita semua dapat menjadi agen-agen perdamaian dan persatuan. Sampaikan pesan-pesan kebaikan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar masing-masing,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Lila Nasution, mengatakan pihaknya sebagai ketua tim pengawas aliran kepercayaan di kabupaten setempat.
“Untuk daerah Kabupaten Kendal ada 6 aliran kepercayaan dengan jumlah totalnya lebih kurang 600,” jelasnya.
Sementara itu, Suhermanto selaku Penasehat Ilmu Kasedan Jati di Kendal, menyambut baik adanya sosialisasi yang telah digelar tersebut.
“Kegiatan ini sangat baik, bahwa kita itu ada, serta mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan yang lainnya. Untuk kepercayaan Kasedan Jati ini di Kendal sudah ada sejak beberapa tahun lalu,” pungkasnya.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Rosyid
































