PATI, Lingkarjateng.id – Laporan masyarakat mengenai kerusakan jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Pati terus bertambah. Hingga Jumat malam, 29 Mei 2026, Posko Pengaduan Jalan Rusak yang dibuka Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap) telah menerima 13 aduan yang berasal dari 11 kecamatan.
Tambahan laporan terbaru masuk pada Jumat malam. Tiga titik jalan rusak dilaporkan warga, masing-masing dua lokasi di Kecamatan Margorejo dan satu lokasi di Kecamatan Tlogowungu.
Koordinator Lapangan Germap, Yayak Gundul, menyebut dua laporan dari Margorejo berasal dari ruas jalan Desa Sukokulon–Desa Jimbaran dan jalan di Desa Bumirejo. Sementara satu laporan lainnya berasal dari Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu.
“Ini ada tiga tambahan, jadi total ada 13 aduan hingga Jumat malam. Dengan tambahan itu, laporan sudah berasal dari 11 kecamatan,” ujar Yayak saat ditemui di Posko aduan pada Jumat malam, 29 Mei 2026.
Dari seluruh laporan yang diterima, Germap menilai kondisi jalan di kawasan Terminal Pati menjadi persoalan yang paling mendesak untuk segera ditangani. Selain mengalami kerusakan cukup berat, ruas tersebut merupakan salah satu titik dengan arus kendaraan yang tinggi setiap hari.
“Yang paling parah sementara ini di kawasan terminal karena mobilitasnya sangat padat. Itu pusat transportasi sehingga dampaknya dirasakan banyak masyarakat,” katanya.
Menurut Yayak, selain laporan yang disampaikan langsung ke posko, pihaknya juga menerima banyak keluhan melalui aplikasi WhatsApp. Meski demikian, Germap tetap meminta warga datang langsung untuk menyampaikan laporan guna memastikan keabsahan informasi dan melakukan verifikasi lapangan.
Seluruh aduan yang terkumpul akan dibahas dalam agenda audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juni mendatang.
Tak hanya itu, Germap berencana melibatkan berbagai pihak dalam pembahasan persoalan infrastruktur jalan tersebut, termasuk Plt Bupati Pati, Polresta Pati, Kejaksaan, serta DPRD Kabupaten Pati.
“Kami ingin semua stakeholder ikut memikirkan persoalan ini. Seharusnya mereka juga menerima laporan masyarakat. Kalau tidak ada posko ini, mungkin banyak warga yang tidak berani melapor,” tegasnya.
Sementara itu, warga sekitar Terminal Pati berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kerusakan jalan yang dinilai telah berlangsung cukup lama. Selamet, salah seorang warga setempat, mengaku kondisi jalan di kawasan terminal telah rusak sejak tahun lalu dan beberapa kali diperbaiki, namun kembali mengalami kerusakan.
“Sering ada yang jatuh di sini, meskipun tidak sampai fatal. Harapannya ada solusi dan pertanggungjawaban dari pemerintah. Masyarakat sudah membayar pajak kendaraan, jadi jalan harus mendapat perhatian,” ujarnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid
































