SALATIGA, Lingkarjateng.id – Masyarakat Kota Salatiga akan mendapat suguhan istimewa dalam peringatan Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276. DPRD Kota Salatiga bakal menggelar Kenduri Rakyat di Alun-alun Pancasila pada 24 Juli 2026 mendatang.
DPRD menyediakan ribuan porsi makanan gratis yang dapat dinikmati warga usai Rapat Paripurna yang dilaksanakan usai upacara hari jadi Salatiga. Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian utama peringatan hari jadi Salatiga ke-1276 yang dirancang untuk menghadirkan suasana kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Sekretaris DPRD Kota Salatiga, Sri Satuti menjelaskan rangkaian acara diawali dengan upacara peringatan Hari Jadi Salatiga, dilanjutkan Rapat Paripurna DPRD yang digelar secara terbuka, kemudian diteruskan dengan Kenduri Rakyat serta Festival Adat Budaya.
“Setelah upacara peringatan Hari Jadi akan dilaksanakan Rapat Paripurna DPRD, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi Kenduri Rakyat serta Festival Adat Budaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Salatiga,” ujar Sri Satuti, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurutnya, pelaksanaan rapat paripurna secara terbuka menjadi bentuk keterbukaan DPRD kepada masyarakat dalam momentum hari jadi kota.
“Masyarakat bisa menyaksikan langsung jalannya rapat paripurna,” ucapannya.
Usai rapat paripurna, ribuan porsi makanan gratis akan dibagikan kepada masyarakat melalui Kenduri Rakyat yang dipusatkan di Alun-alun Pancasila Salatiga. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan yang selama ini menjadi identitas Kota Salatiga
Selain Kenduri Rakyat, masyarakat juga akan disuguhkan Festival Adat Budaya yang menampilkan kekayaan tradisi dan budaya lokal sehingga peringatan Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276 semakin semarak.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Salatiga, Sri Sarwanti, memastikan seluruh persiapan upacara telah dimatangkan. Ia menyebutkan upacara akan melibatkan sekitar 4.000 peserta yang berasal dari unsur TNI, Polri, perangkat daerah, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai elemen masyarakat.
“Pelaksanaan upacara ditargetkan berlangsung tertib, khidmat, dan selesai tepat waktu,” katanya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar































