GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Grobogan mendorong hilirisasi pertanian agar mampu menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menyampaikan produksi pertanian dibarengi dengan kemampuan mengolah hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani.
“Yang perlu kita perhatikan lagi adalah hilirisasi produk pertanian. Kalau hasil sudah bagus, masyarakat, utamanya petani, juga perlu memperoleh nilai tambah,” ujarnya saat memimpin apel di lingkungan Dinas Pertanian, Senin, 3 Agustus 2026.
Anang menekankan bahwa hilirisasi pertanian masuk dalam arah pembangunan dan visi misi Pemkab Grobogan pada 2025–2030.
Untuk mendukung program hilirisasi pertanian, Pemkab Grobogan mendorong inovasi menciptakan produk baru yang dibarengi pengolahan hasil pertanian, peningkatan kualitas produk, dan penerapan teknologi modern.
“Penguatan jaringan pemasaran agar komoditas unggulan Grobogan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Pemkab Groboggan juga sudah menempuh langkah melalui sejumlah program strategis, seperti pengembangan Rumah Kedelai Grobogan (RKG) dan Technopark Pangan.
Kedua fasilitas itu diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi dalam mengembangkan inovasi, memperkuat industri pengolahan hasil pertanian, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk-produk unggulan Grobogan.
Dalam kesempatan yang sama, Anang juga memberikan apresiasi atas perkembangan penetapan Lahan Baku Sawah (LBS) sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian produktif di tengah pesatnya kebutuhan pembangunan.
Perlindungan lahan pertanian, lanjutnya, merupakan upaya menjaga ketahanan pangan daerah agar Grobogan tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Pihaknya berharap hilirisasi sektor pertanian tidak hanya mampu menghasilkan produksi yang melimpah, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan usaha, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa


































