Salatiga (lingkarjateng.id) – Sampah organik masih ditemukan masuk ke TPA Ngronggo di wilayah Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Menyikapi kondisi ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga menyiapkan satgas pengolahan sampah hingga tingkat RT/RW dan kelurahan.
Kepala DLH Kota Salatiga Yunus Juniadi mengatakan, satgas tersebut akan bertugas memastikan pengolahan sampah organik dari sumber berjalan, sekaligus melakukan pemantauan dan pendataan.
“Karena masih ada sampai yang dibuang ke TPA Ngronggo, maka kami akan membentuk satgas pengolahan sampah di tingkat RT/RW ataupun kelurahan. Ini dilakukan agar terpantau dan terdata, khususnya pengolahan sampah organiknya,” kata Yunus, Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, masih ada masyarakat, pasar, pelaku usaha hingga pengelola TPS yang belum patuh terhadap kebijakan larangan membuang sampah organik ke TPA. “Rata-rata setiap wilayah atau kecamatan masih ada yang membuang sampah organik di TPS,” ujarnya.
DLH juga masih menemukan pengangkut yang membawa sampah organik ke TPA. Mereka kemudian diminta kembali dan diberikan edukasi agar sampah organik dikelola dari sumber.
Persoalan lain adalah keterbatasan lahan. Yunus menyebut keluhan warga banyak berasal dari wilayah yang minim lahan untuk mengolah sampah organik.
Di sisi lain, volume sampah yang masuk TPA Ngronggo turun 8,65 persen, dari 83,82 ton per hari pada Juli menjadi 76,57 ton per hari pada Agustus 2026.
Sampah yang berhasil ditangani dari sumber juga meningkat. Dari 31,18 ton atau 27,11 persen pada Juli menjadi 38,42 ton atau 33,40 persen pada Agustus.
Yunus menegaskan target pengurangan sampah organik yang masuk TPA belum tercapai. Yunus mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung pengelolaan sampah dari sumber dan meminta partisipasi warga terus diperkuat.
“Kami akan terus berusaha untuk selalu mengevaluasi atas masukan dari semua elemen masyarakat demi terciptanya lingkungan yang baik,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Adi Arfian






























