PATI, Lingkarjateng.id – Hasil uji laboratorium sampel makanan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di distribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 akan menjadi bahan evaluasi usia kejadian keracunan massal pada Rabu, 9 September 2026.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan uji lab diperlukan untuk mengetahui penyebab siswa mengalami keracunan.
Menurutnya, Komisi D DPRD Pati akan ikut memantau perkembangan insiden yang dialami ratusan orang. Ia berharap evaluasi terhadap SPPG menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan MBG.
“Makanya ini perlu pemeriksaan khusus di lab, apa yang membuat anak-anak menjadi keracunan,” ujarnya, Jumat, 11 September 2026.
Kejadian ini membuat Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Menurut Ddata terbaru yang diterima pada Jumat, 11 September 2026 pukul 11.00 WIB, tercatat 424 orang mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, 58 orang menjalani rawat inap, sedangkan 322 orang menjalani rawat jalan.
Para korban berasal dari sejumlah lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan, yakni SMP Negeri 1 Gembong, MTs Negeri 3 Pati, MTs Mambaul Ulum, SD Negeri Gembong 3, serta Posyandu. (adv)
Jurnalis: Arif Febriyanto/Lingkar Network
Editor: Ulfa






























