Salatiga (lingkarjateng.id) – Radio Suara Salatiga baru mampu memberikan sumbangsih sekitar Rp 70 juta kepada daerah pada 2025. DPRD Kota Salatiga menilai kontribusi itu masih berpotensi ditingkatkan, tapi perlu dibarengi pembenahan sarana-prasarana peralatannya.
Sekretaris Komisi A DPRD Salatiga, Laurens Adrian menilai, kondisi fasilitas Radio Suara Salatiga saat ini masih memprihatinkan jika dibandingkan dengan radio swasta di Kota Salatiga.
“Kalau kita melihat sarana dan prasarana di Radio Salatiga ini sangat-sangat memprihatinkan kalau kita bandingkan dengan radio swasta,” kata Lauren, Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, sebagian besar peralatan Radio Salatiga masih menggunakan teknologi analog. Padahal, radio tersebut mulai mengembangkan konten digital seperti podcast.
Menyikapi hal tersebut, Komisi A mendorong upgrading peralatan, terutama pemancar yang dinilai sudah membutuhkan peremajaan.
Rencananya, peremajaan peralatan akan didorong dilakukan tahun depan. Lauren juga menilai potensi pendapatan Radio Salatiga, khususnya dari sektor iklan, masih cukup besar. “Potensi iklan itu saya pikir masih cukup besar,” ujarnya.
Komisi A juga mendorong Radio Suara Salatiga melakukan studi banding dengan radio yang mampu bertahan sampai saat ini. Langkah ini dilakukan untuk melihat strategi pengelolaan, pemanfaatan teknologi hingga pengembangan bisnis.
“Dengan pembenahan peralatan dan pengelolaan yang lebih optimal, DPRD berharap kontribusi Radio Salatiga kepada daerah tidak berhenti di angka Rp 70 juta, tetapi terus meningkat,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Adi Arfian































