GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menegaskan komitmennya mendukung tema pembangunan Provinsi Jawa Tengah tahun 2027 melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan ekonomi syariah.
Hal itu disampaikan Bupati Grobogan, Setyo Hadi, dalam kegiatan Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Pengembangan Kedungsepur di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat, 29 Mei 2026.
Setyo Hadi menyampaikan Kabupaten Grobogan siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dalam menyukseskan arah pembangunan tahun 2027 yang mengusung tema “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.”
“Di tengah keterbatasan sumber daya yang ada, kami tetap siap mendukung terwujudnya tema pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027 melalui sinkronisasi dan integrasi dengan rencana pembangunan Kabupaten Grobogan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Setyo Hadi memaparkan potensi Grobogan sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Tengah. Ia menyebut Grobogan merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah dengan luas wilayah sekitar 202 ribu hektare yang terdiri atas 19 kecamatan dan 280 desa/kelurahan.
“Mayoritas masyarakat Grobogan berprofesi sebagai petani. Sekitar 37 persen wilayah merupakan lahan pertanian dan 35 persen lainnya berupa kawasan hutan. Bahkan, lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di Grobogan telah mencapai 71.949 hektare,” katanya.
“Sektor pertanian menjadi sektor unggulan dan penyumbang terbesar PDRB kabupaten, dengan komoditas utama padi, jagung, dan kedelai,” sambungnya.
Dari sisi ekonomi, Setyo Hadi menyebut kondisi makro ekonomi Grobogan pada 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,49 persen dengan tingkat pengangguran terbuka 3,12 persen, lebih baik dibanding rata-rata provinsi maupun nasional.
Namun, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait angka kemiskinan sebesar 10,63 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,94 yang masih berada di bawah capaian provinsi dan nasional.
“Masih banyak permasalahan pembangunan yang harus ditangani, sehingga kami tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi,” ungkapnya.
Selain mendukung arah pembangunan daerah, Pemkab Grobogan juga menyatakan kesiapan menjalankan berbagai Program Strategis Nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga program delegasi provinsi seperti Kecamatan Berdaya, cek kesehatan gratis, dan dokter spesialis keliling.
Setyo Hadi berharap rembug pembangunan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Mari kita terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid






























