GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan mengajukan anggaran sebesar Rp76 miliar kepada pemerintah pusat untuk membangun kembali Pasar Gubug yang terbakar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, mengatakan pembangunan kembali Pasar Gubug diharapkan dapat diprioritaskan pemerintah pusat karena masuk dalam penanganan pascabencana.
“Semua persyaratan sudah dipenuhi. Karena ini merupakan bencana, kami berharap pembangunan Pasar Gubug menjadi prioritas,” ujar pria yang akrab disapa Danis, baru-baru ini.
Menurutnya, usulan anggaran sebesar Rp76 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun pasar baru berkonsep satu lantai. Desain itu disiapkan agar seluruh pedagang yang terdampak kebakaran dapat kembali berjualan di lokasi yang lebih representatif.
“Dana yang diajukan sebesar Rp76 miliar,” katanya.
Ia mengatakan bahwa sembari menunggu persetujuan pembangunan dari pemerintah pusat, para pedagang masih menjalankan aktivitas perdagangan di pasar darurat yang berdiri di atas lahan milik pemerintah desa.
“Sampai saat ini para pedagang masih menempati pasar darurat yang dipinjami oleh pemerintah desa, dengan memanfaatkan lapangan sebagai lokasi lapak sementara,” jelasnya.
Meski beroperasi dengan fasilitas yang terbatas, Danis menyebut aktivitas jual beli di pasar sementara tetap berlangsung sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi.
“Walaupun dengan keterbatasan, aktivitas jual beli berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap proses persetujuan dari pemerintah pusat segera rampung sehingga pembangunan kembali Pasar Gubug dapat segera dimulai dan para pedagang bisa kembali menempati pasar yang lebih layak.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid





























