KENDAL, Lingkarjateng.id – Pembukaan jaringan sumber air bersih dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Dusun Gedong, Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal dimulai pada dMinggu, 15 Februari 2026.
Pelaksanaan program tersebut dimulai dengan potong tumpeng dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama serta diikuti warga setempat. Kegiatan juga turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Kendal Yanuar Fatoni, Danramil Patean Kapten Inf Muslim dan Kepala Desa Gedong Suwarno.
Doa bersama dilakukan dengan tujuan memohon keselamatan, kelancaran proses pembangunan pengeboran sumber air bersih tersebut.
Kepala Dispermasdes Kendal, Yanuar Fatoni, menjelaskan pengeboran dan pembangunan jaringan air bersih merupakan salah satu sasaran fisik dari program TNND di desa Gedong. Pengeboran dan pipanisasi menyasar tiga lokasi yakni Dusun Gedong, Kreyo, dan Kandang.
“Kegiatan ini sebagai tanda mulai dilaksanakannya pengeboran air bersih di dusun Gedong Desa Gedong. Mudah-mudahan pekerjaan berjalan lancar,” ujar Yanuar pada Senin, 16 Februari 2026.
Sasaran fisik program TMMD diharapkan menjadi solusi atas kekurangan air bersih yang rutin dialami warga saat musim kemarau.
“Dengan kegiatan pengeboran air bersih ini bisa mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat di wilayah Dusun Gedong dan dusun lainnya. Mudah-mudahan kedepannya masyarakat tidak lagi kekurangan air bersih terutama pada saat datangnya musim kemarau panjang,” harap Yanuar.
Kepala Desa Gedong, Suwarno, mengungkapkan untuk pengeboran sumber air bersih dilaksanakan di dua titik yaitu di Dusun Gedong dan Kreyo.
“Karena dua titik itu tidak ada sumber air makanya harus kita bor. Nanti paketannya sumur bor, pompa hingga jaringan sampai di rumah penduduk. Kalau untuk yang di Dusun Kandang itu pada tahun sebelumnya kita sudah melakukan pengeborannya, cuma kita tinggal jaringannya,” ungkapnya.
Kepala Dusun Gedong, Suyono, mengaku bersyukur atas dibangunnya pengeboran sumber air bersih di dusun tersebut. Hal ini lantaran setiap musim kemarau warga setempat selalu mengalami krisis air bersih dan terpaksa mengandalkan bantuan dari pemerintah untuk kebutuhan air bersih.
“Warga kami kalau musim kemarau itu sangan kekurangan air bersih. Saya mengucapkan terima kasih adanya program TMMD termasuk pengeboran sumber air bersih ini. Semiga kedepan kita tidak lagi kesulitan air bersih dan tidak perlu meminta tolong suplai air bersih dari pemerintah saat musim kemarau tiba,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa































