BATANG, Lingkarjateng.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang menyorot masalah pendangkalan muara Sungai Sambong yang semakin meningkat.
Untuk itu, Sekretaris Komisi III DPRD Batang Nur Untung Slamet mendorong pemerintah merealisasikan pengadaan kapal keruk baru untuk mengeruk sedimentasi sungai.
Untung menyebut kondisi sedimentasi di muara sungai telah menyulitkan kapal nelayan untuk keluar dan masuk perairan laut.
“Kondisi ini akan makin diperparah ketika gelombang laut mulai membaik namun akses muara justru tertutup endapan lumpur dan pasir. Oleh karena itu, kami minta pemerintah daerah segera merealisasikan pengadaan kapal keruk baru melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026,” ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Selain itu, kata dia, para nelayan mengeluhkan kondisi sedimentasi muara sungai karena meski gelombang perairan laut sudah mulai bersahabat tetapi muara masih dangkal sehingga terpaksa tidak melaut.
Menurutnya, sedimentasi di muara sungai berkaitan dengan menurunnya daya dorong aliran air dari wilayah selatan atau dari hulu ke hilir.
“Saat ini, kecepatan arus air menjelang muara tidak lagi deras. Dorongan dari arah selatan melemah sehingga justru gelombang laut yang membawa material pasir masuk ke muara,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, endapan lumpur di sepanjang alur sungai kian bertambah. Pihaknya juga menyoroti keberadaan bangkai kapal yang bersandar di tepi sungai yang dinilai turut menghambat kelancaran aliran air menuju muara.
“Permasalahan sedimentasi di muara Sungai Sambong sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, pendangkalan menjadi siklus tahunan yang selalu berulang, terutama pada peralihan musim kemarau ke penghujan,” ucapnya.
Jurnalis: Anta

































