Jepara (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dalam memperkuat kualitas data di tingkat desa. Peluncuran inovasi baru tersebut dilaksanakan di Alun-alun Jepara, pada Jum’at (24/4/2026).
Sebagai langkah awal, tiga desa ditetapkan sebagai percontohan, yakni Desa Mantingan, Desa Telukawur, dan Desa Krapyak. Ketiganya akan menjadi model pengelolaan statistik sektoral di tingkat desa.
Hadi dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar (Gus Hajar) mewakili Bupati Jepara, bersama Sekretaris Daerah Ary Bachtiar, Asisten III Florentina Budi Kurniawati, serta Kepala BPS Jepara Isnaini dan jajaran perangkat daerah.
Gus Hajar menekankan bahwa, pentingnya data yang akurat sebagai fondasi utama dalam merancang kebijakan publik.
“Pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat dicapai jika didukung oleh data yang valid dan terpercaya,” tuturnya.
“Melalui program ini, kita ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar berbasis data, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuh Gus Hajar.
Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus mendatang.
Gus Hajar juga berharap, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat.
“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, program Desa Cantik diharapkan mampu meningkatkan literasi statistik masyarakat desa,” harapnya.
“Serta memperkuat perencanaan pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Gus Hajar.***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Fian

































