GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Grobogan turut melakukan pendalaman dugaan keracunan di SDN Sendangrejo Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Senin, 20 Juli 2026.
Pada kasus tersebut, 19 siswa mengalami gejala keracunan mulai dari mual hingga muntah namun tidak sampai membuat siswa pingsan usai meminum susu kotak dari menu program makan bergizi gratis.
Kepala Loka POM Grobogan, Ronald H. Manik, mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Puskesmas Ngawen, serta sekolah guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait kejadian tersebut.
“Kami langsung hadir untuk turut melakukan pemeriksaan dapur di SPPG,” ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Selain pemeriksaan, tim Loka POM juga mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Menurut Ronald, hasil uji tersebut akan menjadi dasar dalam mengetahui penyebab kejadian sehingga langkah perbaikan yang dilakukan benar-benar tepat.
“Dari pengujian itu akan diketahui apa yang salah, setelah itu baru ketemu solusi yang tepat,” katanya.
19 Siswa SD di Blora Diduga Keracunan MBG, Guru Sebut Ada Susu Kotak yang Pecah
Tim juga juga memberikan edukasi kepada pihak sekolah dan pengelola dapur agar kejadian serupa tidak terulang.
Ronald mengimbau agar pihak sekolah melakukan uji organoleptik sebelum makanan dibagikan kepada siswa, yaitu dengan mengamati warna, aroma, rasa, dan tekstur makanan guna memastikan kondisinya masih layak dikonsumsi.
Sekolah juga disarankan mendokumentasikan makanan yang disajikan melalui foto sebagai bahan penelusuran apabila terjadi dugaan keracunan. Dokumentasi tersebut dapat membantu proses investigasi dan mempercepat identifikasi penyebab.
Loka POM memberikan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan apabila terjadi dugaan keracunan pangan, yakni segera menghentikan konsumsi makanan yang dicurigai, membawa korban ke fasilitas kesehatan, menyimpan sisa makanan sebagai sampel, hingga segera melaporkan kejadian kepada dinas kesehatan maupun Loka POM agar penanganan dan investigasi dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kami berikan rekomendasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa
































