KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemberlakuan sistem contraflow di titik perbaikan Jembatan Kali Bodri, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal sudah dimulai sejak Jumat, 17 April 2026.
Dari pantauan di lokasi, sejak hari pertama diberlakukannya sistem contraflow, arus lalu lintas mulai mengalami kemacetan panjang. Baik dari arah barat ke timur maupun sebaliknya.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Very Okta Dwi Saputra mengatakan, Satlantas Polres Kendal telah memberlakukan sistem contraflow di titik perbaikan Jembatan Kali Bodri guna mengurai arus kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas.
“Penerapan contraflow mulai dari traffic light Sri Agung Cepiring hingga depan kantor Kecamatan Patebon,” terang Ipda Veri.
Ia mengimbau kepada seluruh pengendara yang melintas di jalur contraflow tersebut agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan diminta untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menjaga kecepatan kendaraan demi keselamatan dan keamanam bersama.
“Pengendara yang melintas kami imbau lebih waspada dan berhati-hati di jalur contraflow. Hormati sesama pengendara, dan patuhi rambu-rambu yang ada,” ungkapnya.
Diketahui pekerjaan penggantian lantai Jembatan Kalibodri dari arah Jakarta ke ke Semarang diperkirakan akan memakan waktu hingga 45 hari kedepan.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal Sofyan Efendi mengatakan, selama diberlakukan contra flow, traffic light atau lampu lalu lintas telah dinonaktifkan atau dalam mode flash alias menyala lampu kuning berkedip-kedip.
“Konsekuensinya dari contra flow itu lampu merah kami nonaktifkan. Dan kita juga lakukan pemasangan barikade sehingga ada pemisahan arus lalu lintas,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar
































