KUDUS, Lingkarjateng.id – Sebanyak 608 penari akan membawakan Tari Lajur Caping Kalo secara kolosal di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu, 26 September 2026. Pementasan massal tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-477 Kudus sekaligus ditargetkan memecahkan Rekor MURI.
Ratusan penari itu akan tampil serentak dalam satu pertunjukan di kawasan pusat Kota Kudus. Persiapan terus dimatangkan melalui latihan intensif agar pementasan yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan tersebut dapat berlangsung sesuai formasi yang telah disiapkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Halil, mengatakan para penari berasal dari pelajar, masyarakat umum, hingga pegawai. Mereka sebelumnya juga telah mengikuti berbagai perlombaan.
“Pesertanya terdiri dari kalangan pelajar, umum, serta para pegawai yang sebelumnya telah mengikuti perlombaan,” kata Halil.
Pementasan Tari Lajur Caping Kalo tidak hanya diarahkan untuk mencatatkan nama Kudus dalam Rekor MURI. Atraksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap budaya lokal.
Tari tersebut mengangkat caping kalo, penutup kepala tradisional yang menjadi salah satu bagian dari identitas budaya masyarakat Kudus. Unsur tradisional itu dikemas dalam pertunjukan kolosal dengan melibatkan ratusan penari sehingga diharapkan mampu menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, mengatakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 ditujukan untuk seluruh masyarakat. Keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan seni dan budaya menjadi salah satu bentuk perayaan hari jadi sebagai pesta bersama.
“Perayaan ini bukan hari jadinya para pejabat, tetapi hari jadinya seluruh warga Kabupaten Kudus,” tegas Eko.
Pertunjukan kolosal tersebut dijadwalkan menjadi salah satu agenda utama pada puncak peringatan Hari Jadi Kudus ke-477. Masyarakat dapat menyaksikan atraksi ratusan penari secara langsung di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh.
Kemudian pada malam hari, kemeriahan berlanjut melalui hiburan rakyat di lokasi yang sama. Sejumlah musisi akan tampil, di antaranya Charly & Band serta grup musik pop Jawa Guyon Waton.
Untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, aparat gabungan dari Polres Kudus, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP menyiapkan rekayasa lalu lintas. Sejumlah lokasi juga disiapkan sebagai kantong parkir bagi masyarakat yang menghadiri rangkaian perayaan tersebut.
Jurnalis: Nisa Hafidzotus S.
Editor: Muslichul Basid
































