KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kudus mencatat ada lima kasus kematian ibu sepanjang tahun 2026.
Untuk mengurangi risiko kenaikan angka kematian ibu (AKI), Dinkes mengajak masyarakat mengenali kondisi kesehatan melalui program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) serta Parijata (Pantau Risiko Tinggi Ibu Hamil, Jangan Ada Kematian).
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris mengatakan butuh koordinasi bersama dan berkelanjutan untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi.
Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Penguatan Program Penurunan AKI, AKB, dan Stunting melalui di Balai Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Senin (14/9/2026).
“Kita ingin ibu hamil mendapatkan pendampingan dengan baik sehingga risiko dapat diketahui lebih awal dan tidak terjadi kasus kematian ibu maupun bayi,” ujarnya saat membuka kegiatan Penguatan Program Penurunan AKI, AKB, dan Stunting melalui di Balai Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Senin, 14 September 2026.
Melalui Kencan Bumil, pendampingan diperkuat dengan strategi satu kader mendampingi satu ibu hamil. Kader berperan membantu memantau kondisi ibu hamil, memberikan edukasi, serta memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Sementara itu, program Parijata secara khusus diarahkan untuk ibu hamil yang memiliki risiko tinggi. Pendampingan dilakukan lebih intensif dengan melibatkan bidan desa sebagai pendamping sekaligus penanggung jawab pelayanan kesehatan di wilayahnya.
“Untuk ibu hamil risiko tinggi, pendampingannya lebih khusus. Kader bersama bidan desa harus mengetahui kondisi ibu dan melakukan pemantauan, sehingga apabila ada risiko bisa segera ditindaklanjuti,” jelas Endhah.
Endhah berharap penguatan kedua program tersebut dapat meningkatkan kepedulian dan keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi. Pendampingan sejak masa kehamilan diharapkan mampu membantu mendeteksi risiko lebih dini dan memastikan ibu memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
“Yang paling penting adalah pendampingannya berjalan, koordinasinya kuat, dan tidak ada ibu hamil yang luput dari pemantauan. Dengan begitu, kita bersama-sama berupaya mencegah kematian ibu dan bayi serta mendukung pencegahan stunting,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkar Network
Editor: Ulfa





























