Pekalongan (lingkarjateng.id) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pekalongan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Kabupaten Pekalongan untuk masa bakti 2026-2031. Kegiatan tersebut bagian dari reorganisasi kepengurusan sekaligus konsolidasi partai menghadapi agenda politik mendatang.
Musancab digelar di Hotel Indonesia Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (12/9/2026). Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga zona dengan melibatkan 19 kecamatan. Kegiatan berlangsung Sabtu pagi, Sabtu siang, dan dilanjutkan Minggu pagi.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Jahirin, mengatakan Musancab merupakan agenda reorganisasi kepengurusan partai di tingkat kecamatan.
“Rangkaian reorganisasi pada hari ini nanti tetap di pemilihan ketua baru atau penetapan ketua baru hasil UKK, kemudian evaluasi kinerja, dan yang terakhir adalah penyusunan struktur baru DPAC PKB se-Kabupaten Pekalongan,” kata Jahirin.
Menurut dia, sebelum Musancab digelar, PKB telah melaksanakan uji kompetensi kelayakan (UKK) bagi calon ketua DPAC. Hasil UKK tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses penetapan ketua baru.
Selain penetapan ketua, Musancab juga menjadi forum untuk mengevaluasi kegiatan selama satu periode sebelumnya sekaligus membahas progres dan arah partai untuk lima tahun ke depan.
Jahirin berharap proses reorganisasi tersebut menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi, mengatakan Musancab diikuti seluruh PAC dan dihadiri jajaran ranting. Salah satu agenda utamanya yakni menerima laporan pertanggungjawaban kinerja PAC serta mengumumkan calon pengurus DPAC.
Ia menyebut calon pengurus DPAC untuk masa bakti 2026-2031 didominasi kalangan muda, dengan catatan usia di bawah 35 tahun. “Alhamdulillah, PKB diminati oleh generasi muda, anak-anak muda, Gen Z. Itu berminat di PKB, sehingga hampir 90 persen kepengurusan PKB ini diisi oleh anak-anak muda,” ujar Asip.
Menurut Asip, konsolidasi internal menjadi bagian penting bagi PKB. Partai, kata dia, tidak hanya melakukan persiapan ketika menghadapi pemilu, pilkada, maupun pilpres, tetapi konsolidasi harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Insyaallah menjadi partai yang menang itu tidak mudah, menjaganya juga lebih sulit,” katanya.
Dalam skema Musancab kali ini, hasil UKK juga akan diumumkan. Selain memiliki nilai masing-masing, PAC juga akan mendapatkan pemeringkatan berdasarkan kinerjanya.
Asip menjelaskan, PAC yang mengalami penambahan suara secara signifikan masuk klasifikasi A, sedangkan PAC yang mengalami penurunan dikategorikan C. PKB, menurut dia, telah melakukan pemetaan untuk meningkatkan kualitas PAC yang masuk kategori C agar dapat menuju kategori A.
“Ini ada beberapa cara eksternal dan internal. Insyaallah kita sudah mapping,” ujarnya.
Tim TPK Musancab PKB Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, menjelaskan mekanisme pemilihan ketua DPAC kali ini memang berbeda dengan periode sebelumnya. Proses tersebut dilakukan melalui UKK dengan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.
Ia menyebut DPAC dibedakan menjadi kategori aktif dan nonaktif berdasarkan kondisi kepengurusan DPAC dan ranting. Untuk Kabupaten Pekalongan, seluruh DPAC masuk kategori aktif sehingga proses UKK dilaksanakan sebelum Musancab.
Dalam Musancab, lanjut Sumarwati, terdapat sejumlah tahapan, mulai dari penetapan pimpinan sidang, pengesahan peserta dan tata tertib, penyampaian laporan pertanggungjawaban, penyusunan rancangan program, hingga pengesahan ketua DPAC terpilih.
Sumarwati mengatakan, penempatan kader muda sebagai calon ketua DPAC juga merupakan kebijakan dari DPP PKB. Langkah tersebut dinilai relevan dengan karakter pemilih pada Pemilu 2029 yang diperkirakan banyak berasal dari kelompok milenial dan Gen Z.
“Untuk ketua DPAC masa bakti 2026-2031 ini memang dari kaum muda,” kata Sumarwati.
Ditanya mengenai target perolehan kursi, Sumarwati menyebut PKB Kabupaten Pekalongan membidik penambahan kursi hingga mencapai 20 kursi. “Ada dong targetnya. Salah satunya kursinya tambah, 20 kursi, ya,” ujarnya.***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Adi Arfian






























