JEPARA, Lingkarjateng.id – Ikatan Remaja Jembangan Indah (IRJI) menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Ngaji dan Bersalawat”. Kegiatan tersebut berlangsung di Dukuh Krajan, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada Rabu, 9 September 2026.
Ratusan jamaah bersama warga setempat tampak antusias menghadiri dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah, terlebih saat jamaah bersama-sama melantunkan salawat sebagai bentuk kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian acara diisi dengan salawat yang dipimpin oleh Gus Ashfal Maulana atau Gus Apang dari Kudus. Sementara tausiyah atau mauidoh hasanah disampaikan oleh K.H. Adnan Kasogi dari Kudus.
Kegiatan Maulid Nabi tersebut menjadi salah satu agenda tahunan IRJI yang terus dipertahankan. Selain sebagai upaya menjaga tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus membangun kebersamaan di kalangan generasi muda.
Ketua Panitia, Arif Ridwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang meneruskan tradisi yang telah digagas oleh para sesepuh terdahulu.
“Ini merupakan kegiatan tahunan yang kami laksanakan untuk meneruskan kegiatan yang dahulu digagas oleh sesepuh-sesepuh kita yang telah mendahului kita,” ujar Arif.
Menurut Arif, IRJI tidak hanya menyelenggarakan pengajian tahunan. Organisasi tersebut juga rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya yasinan secara bergilir dan ngaji bareng.
Kegiatan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari ikhtiar IRJI untuk mengisi kebutuhan ruhani generasi muda di Desa Mayong Lor, khususnya masyarakat di kawasan Jembangan Krajan.
“Harapannya, kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini bisa terus berjalan dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar agama, bersilaturahmi, serta bersama-sama menghidupkan kegiatan positif di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Arif juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi tersebut.
“Apresiasi besar saya sampaikan kepada seluruh panitia dan para donatur yang telah memberikan support, baik tenaga, pikiran maupun materi. Tanpa dukungan semua pihak, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sekaligus meningkatkan kecintaan kepada beliau.
Arif berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan semangat warga dalam menghidupkan kegiatan keagamaan.
“Semoga dengan diadakannya kegiatan Maulid ini, kita semua mendapatkan syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan semakin mencintai serta meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Antusiasme warga yang hadir menunjukkan bahwa tradisi Maulid Nabi masih mendapat tempat yang kuat di tengah masyarakat.
Bagi IRJI, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melanjutkan tradisi keagamaan yang telah diwariskan para pendahulu, sembari memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat di Desa Mayong Lor.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Muslichul Basid
































