JEPARA, Lingkarjateng.id – Kabupaten Jepara menembus lima besar klasemen akhir Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026 setelah mengoleksi 25 medali emas, 16 perak, dan delapan perunggu.
Perolehan tersebut menempatkan Jepara di posisi kelima, berada di bawah Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Banyumas.
Cabor karate menjadi penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Jepara. Sebanyak sembilan medali emas berhasil dikumpulkan dari cabang olahraga tersebut sekaligus membawa Jepara menjadi juara umum karate pada POPDA Jawa Tengah 2026.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Ratib Zaini mengatakan capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet pelajar di daerah.
“Capaian Jepara pada POPDA tingkat Jawa Tengah 2026 ini kami maknai sebagai tonggak awal pembinaan olahraga Kabupaten Jepara yang sesungguhnya. Tantangan ke depan akan lebih berat,” ujar Ratib, Selasa, 8 September 2026.
Menurut Ratib, prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, organisasi cabang olahraga, atlet, dan pelatih. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi faktor penting dalam membawa atlet Jepara bersaing di tingkat provinsi.
“Keberhasilan ini adalah hasil semua pihak. Ini menjadi modal besar untuk prestasi olahraga Jepara ke depan. Harapan kami, sinergitas yang telah dibangun selama ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan menuju prestasi olahraga yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Jepara Luluk Agus Yulianto mengungkapkan keberhasilan karate Jepara tidak diperoleh secara instan.
Pembinaan atlet telah dimulai sejak POPDA Kabupaten Jepara pada Oktober 2025. Setelah itu, para atlet menjalani sentralisasi jangka panjang dan mengikuti sejumlah kompetisi untuk mengukur perkembangan sekaligus menambah jam terbang.
“Sejak Oktober 2025, atlet-atlet ini sudah kami bina melalui sentralisasi jangka panjang dan diikutkan dalam berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional. Kurang lebih ada delapan kompetisi yang kami ikuti selama masa persiapan,” jelas Luluk.
Menurutnya, berbagai pertandingan selama masa persiapan menjadi bagian dari pembentukan kemampuan teknis sekaligus mental atlet. Pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah menjadi bekal ketika tampil dalam POPDA tingkat Jawa Tengah.
“Proses persiapan yang panjang inilah yang akhirnya mengantarkan kami meraih medali emas dan menjadi juara umum pada POPDA Jawa Tengah 2026,” katanya.
Forki Jepara memastikan program pembinaan akan terus dilanjutkan. Hasil POPDA tahun ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun program berikutnya sekaligus mempersiapkan atlet menuju POPDA Jawa Tengah 2027.
“Capaian lima besar tahun ini menunjukkan potensi atlet pelajar daerah yang terus berkembang. Raihan 25 emas menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi pada gelaran POPDA berikutnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Muslichul Basid































