KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi upaya PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memulihkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri melalui penanaman pohon.
Kegiatan seremonial penanaman pohon dalam Program Rehabilitasi DAS Bodri seluas 652 hektar di laksanakan di Desa Wonosari, Senin, 7 September 2026.
Program tersebut tersebar di tiga wilayah, yakni Blok Desa Wonosari, Desa Singorojo, dan Desa Sukodadi. Sekitar 260 ribu pohon akan ditanam dan ditargetkan seluruh proses penanaman rampung dalam waktu dua bulan.
Bupati Kendal yang akrab disapa Tika mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
“Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi untuk masa depan dan warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan penghijauan menjadi salah satu ikhtiar menghadapi tantangan perubahan iklim global. Keberadaan pohon diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas udara, mencegah erosi, banjir hingga banjir bandang, serta menjaga ketersediaan air tanah.
“Terima kasih dan apresiasi kepada PT PLN atas kepeduliannya untuk bergotong royong menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan penanaman pohon pada hari ini,” ucapnya.
Tika menilai keberadaan DAS Bodri sangat strategis bagi masyarakat. Selain berfungsi dalam mengendalikan erosi dan mengurangi risiko banjir, DAS Bodri juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan sumber daya air.
“Penurunan kualitas vegetasi di kawasan ini harus kita respons dengan cepat melalui tindakan konservasi yang nyata,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tika juga mengingatkan masyarakat agar penanaman pohon di sekitar jalur jaringan transmisi listrik tetap memperhatikan jarak aman bebas atau Right of Way (ROW) untuk menghindari potensi gangguan terhadap jaringan listrik.
“Kami juga perlu menitipkan pesan dan mengimbau kepada masyarakat agar penanaman pohon di sekitar jalur jaringan transmisi listrik tetap memperhatikan jarak aman bebas,” tuturnya.
Sementara itu, Manager K3, Lingkungan, dan Keamanan PT PLN (Persero) UIT JBT, Yenni D Ariyanto, mengatakan rehabilitasi DAS Bodri tersebut menyasar lahan seluas 652 hektare.
“Dari total luas 652 hektare itu kurang lebih ada sekitar 260 ribuan pohon yang nantinya akan kami tanam. Kami targetkan dalam dua bulan ke depan akan selesai,” jelasnya.
Ia menyebutkan, untuk wilayah Desa Wonosari, rehabilitasi yang menjadi bagian dari program tersebut mencapai sekitar 214 hektare. Dengan jenis pohon yang ditanam antara lain sengon dan jabon.
Selain itu, PLN juga menanam tanaman buah melalui pola tumpang sari, seperti durian, nangka, dan rambutan yang dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Harapannya kegiatan penanaman ini bisa memberikan nilai tambah ekonomi kepada masyarakat di sekitar desa. Salah satu tanaman yang kami tanam adalah tanaman tumpang sari sehingga bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik, PLN akan melakukan pemeliharaan secara berkala selama tiga tahun ke depan. Pemeliharaan dimulai pada 2026 dan ditargetkan berlangsung hingga akhir 2029 atau awal 2030.
“Setelah proses pemeliharaan selesai, PLN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk proses pemeliharaan lanjutan serta serah terima hasil rehabilitasi,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid































