SALATIGA, Lingkarjateng.id – Keuntungan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Salatiga anjlok drastis pada 2025. Laba perusahaan yang sebelumnya rata-rata berada di atas Rp400 juta, kini hanya tercatat Rp154.255.971.
Penurunan laba tersebut menjadi sorotan DPRD Salatiga. Wakil Ketua DPRD Salatiga, Yuliyanto, meminta manajemen PDAU segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan perusahaan, terutama unit usaha yang tidak memberikan keuntungan.
Menurut Yuliyanto, penurunan keuntungan PDAU menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap besaran setoran PDAU ke kas daerah.
“PDAU lebih baik fokus usaha mengembangkan SPBU Tingkir saja. Tidak perlu usaha lain yang malah membebani dan tidak menguntungkan,” tegas Yuliyanto, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia mengatakan, capaian laba 2025 jauh di bawah dibandingkan kinerja PDAU pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang diterimanya, keuntungan perusahaan pada periode 2021 hingga 2025 rata-rata berada di atas Rp400 juta. Namun, pada laporan keuangan 2025, laba PDAU hanya Rp154.255.971.
Oleh karena itu, Yuliyanto meminta manajemen tidak sekadar mempertahankan seluruh unit usaha, tetapi harus berani melakukan evaluasi terhadap bisnis yang tidak produktif.
“Manajemen saya minta profesional, jangan ada intervensi yang justru bisa merugikan,” katanya.
Saat ini, PDAU Salatiga mengelola sejumlah usaha, meliputi SPBU Tingkir, perbengkelan, toko dan Kafe Coffee.
Sementara itu, Direktur PDAU Salatiga, Yahya I Yunan mengakui adanya penurunan keuntungan perusahaan. Menurutnya, kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh penurunan nilai aset PDAU.
“Tahun 2026 ini kami menargetkan setoran Rp250 juta yang akan disetorkan pada awal 2027 nanti,” kata Yahya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar
































