BATANG, Lingkarjateng.id – Sebanyak 74 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Kabupaten Batang bergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Batang.
Paguyuban tersebut resmi dideklarasikan dan diresmikan oleh Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, di Ruang Laguna Hotel Sendang Sari Batang, Senin, 31 Agustus 2026.
Ketua Paguyuban Mitra MBG Batang, Umar Abdul Jabar mengatakan pembentukan paguyuban bertujuan memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pengelola SPPG.
“Yang pertama, kita dalam rangka untuk membangun komunikasi, terutama komunikasi dengan teman-teman SPPG yang ada di Kabupaten Batang,” kata Umar.
Menurut dia, komunikasi dan koordinasi penting untuk memastikan pengelolaan MBG berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Harapannya ke depan, dalam rangka komunikasi dan koordinasi, kita untuk menyolidkan para mitra-mitra yang ada di Kabupaten Batang agar program ini berjalan dengan baik sesuai dengan standar yang ada, yang diterapkan oleh BGN,” jelasnya.
Umar menyebutkan, dari 91 SPPG yang saat ini telah beroperasi di Kabupaten Batang, sebanyak 74 SPPG sudah bergabung dalam paguyuban. Sementara 17 SPPG lainnya belum menjadi anggota.
“Ya mungkin salah satunya karena mitranya banyak yang dari luar kota, jadi komunikasi agak terjadi kendala,” terangnya.
Meski demikian, Umar memastikan paguyuban tetap membuka komunikasi dengan SPPG yang belum bergabung. Ia berharap seluruh SPPG di Kabupaten Batang nantinya dapat berada dalam satu wadah untuk memudahkan koordinasi.
“Ya, kita tetap komunikasi agar ini bisa nanti berjalan bersama-sama. Mungkin komunikasi selama ini belum nyambung, jadi biar kita satu wadah, satu wadah dalam mitra SPPG yang ada di Kabupaten Batang ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Batang, Suyono menyambut positif pembentukan Paguyuban Mitra MBG. Menurutnya, paguyuban dapat menjadi wadah untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.
“Saya berharap, ini menjadi solusi ketika ada persoalan-persoalan untuk segera bisa dikomunikasikan, yang tentunya membuat dampak yang lebih baik,” kata Suyono.
Selain memperkuat koordinasi, Suyono berharap paguyuban turut mendorong standarisasi penyelenggaraan MBG di seluruh SPPG. Salah satunya menyangkut keseragaman standar makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Bagaimana standarisasi makan yang hari itu di seluruh SPPG se-Kabupaten Batang bisa sama. Jadi jangan sini masak apa, sana masak apa,” ujarnya.
Menurut Suyono, komunikasi yang lebih baik antara pengelola SPPG juga dapat membantu mengatur kebutuhan bahan pangan, termasuk memastikan pemasok lokal bisa terserap secara lebih optimal.
“Karena sudah ada komunikasi itu kan setiap hari, apa yuk, ya sama. Biar yang sayur, sayurnya laku, yang telur, telurnya laku. Nah, ini menurut saya lebih bagus,” jelasnya.
Suyono menegaskan pemerintah tidak bermaksud memberikan tekanan kepada para pengelola SPPG. Namun, ia meminta seluruh penyelenggara MBG tetap menjalankan kegiatan sesuai SOP yang telah ditetapkan.
“Saya tentunya tidak menekan, tapi saya agar SPPG ini melakukan sesuai dengan SOP yang ada, itu sudah terima kasih yang luar biasa,” pungkasnya.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Sekar
































