JEPARA, Lingkarjateng.id – Sebanyak 123 orang, terdiri atas 110 siswa dan 13 guru SMPN 2 Jepara, dilaporkan mengalami diare, mual hingga muntah setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 3 Agustus 2026.
Empat siswa sempat dilarikan ke UGD RS PKU Aisyiyah Jepara karena kondisinya cukup lemah. Namun, mereka hanya menjalani rawat jalan dan diperbolehkan pulang.
Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, beef teriyaki, tumis labu siam dan wortel bumbu kuning, tempe goreng, serta semangka. Awal mula kejadian diketahui Selasa, 4 Agustus 2026, setelah sejumlah siswa mengalami gangguan pencernaan saat kegiatan belajar mengajar.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara kemudian memeriksa sampel makanan di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jepara. Sampel berasal dari bank makanan yang disimpan di freezer Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 05.
Hasil pemeriksaan pada sampel menu beef teriyaki menemukan bakteri Enterobacteriaceae dan Salmonella sp. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel yang disimpan pada 4-7 Agustus 2026.
“Untuk hasil pemeriksaan sampel makanan, pada nasi putih, tempe goreng, serta labu siam wortel bumbu kuning tidak ditemukan bakteri. Namun pada menu beef teriyaki ditemukan bakteri Enterobacteriaceae dan Salmonella sp. Ini merupakan bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Selain beef teriyaki, pemeriksaan terhadap sampel semangka juga menunjukkan adanya sejumlah mikroorganisme.
Hadi menyebut pada sampel semangka ditemukan Bacillus cereus dan Enterobacteriaceae, yang juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Selain itu, ditemukan yeast dan mold atau ragi dan jamur yang dapat menyebabkan makanan lebih cepat mengalami kerusakan.
“Untuk semangka ditemukan Bacillus cereus, Enterobacteriaceae, serta yeast dan mold. Bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sementara yeast dan mold merupakan jenis jamur yang dapat menyebabkan makanan cepat membusuk,” jelasnya.
Tak hanya makanan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap air bersih yang digunakan di SPPG Bandengan 05. Dari sampel air di bak cuci, ditemukan bakteri coliform.
“Untuk air bersih di bak cuci ditemukan coliform. Coliform ini merupakan kelompok bakteri yang dapat ditemukan di lingkungan, seperti tanah, air, maupun saluran pencernaan hewan dan manusia,” terang Hadi.
Hadi menegaskan hasil pengujian tersebut akan menjadi salah satu bahan dalam proses penelusuran terhadap kejadian gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMPN 2 Jepara.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar
































