Batang (lingkarjateng.id) – KEK Industropolis Batang tidak hanya dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat yang tetap mengedepankan budaya dan kearifan lokal.
Hal tersebut diwujudkan melalui peresmian Bukit Srawung dengan latar pemandangan laut oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di Helipad Bukit Srawung, KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, baru-baru ini.
Prosesi peresmian berlangsung dalam suasana senja di mana matahari mulai terbenam di ufuk barat kawasan serta dimeriahkan nuansa budaya Jawa dengan sajian seni berupa sendratari dan kirab Narendra Agung.
“Keberadaan Bukit Srawung dapat menjadi ruang publik yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati suasana alam sekaligus berinteraksi. Bukit Srawung sekarang ini sering menjadi objek wisata baru keluarga yang ada di Kabupaten Batang,” kata Bupati Faiz.
Menurut Faiz, Bukit Srawung diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati pemandangan, tetapi juga menjadi ruang komunal yang mewakili karakter masyarakat Batang.
Di tengah pesatnya perkembangan industri dan arus modernisasi, kawasan tersebut dirancang sebagai salah satu ruang untuk menjaga budi pekerti dan kearifan lokal,” terangnya.
Perputaran zaman dan kemajuan industri tidak akan bisa menggerus budi pekerti. Semua menjadi satu, menggapai kehidupan yang lebih mulia, dan saling gotong royong. Bukit Srawung juga dimaknai sebagai ruang yang mewakili semangat srawung, yakni membangun hubungan sosial, persaudaraan, dan kebersamaan antar warga.
“Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah masyarakat untuk berinteraksi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah tumbuh di tanah leluhur Batang,” harapnya.
Semangat tersebut mencakup nilai gotong royong dan keharmonisan masyarakat, mulai dari kawasan Wringin Kurung hingga wilayah pesisir Kabupaten Batang. “Semoga Bukit Srawung ini menjadi sumber kebahagiaan, yang rendah menjadi mulia, yang tidak tahu menjadi paham,” tuturnya.
Peresmian Bukit Srawung ditutup dengan doa bersama agar fasilitas tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan membawa keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberadaan ruang publik tersebut diharapkan menjadi bagian dari perkembangan KITB yang tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi dan industri, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi interaksi sosial serta pelestarian budaya lokal. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Adi Arfian






























